Dirawat Karena Efek Vaksinasi Covid-19, Prudential Siap Beri Bantuan Tunai

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Senin, 8 Februari 2021 19:33
Dirawat Karena Efek Vaksinasi Covid-19, Prudential Siap Beri Bantuan Tunai
Masyarakat akan mendapat inisiatif Program Santunan Rawat Inap Pascavaksinasi

Dream - PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) memberikan dukungan kepada pemerintah yang sedang menjalankan program vaksinasi nasional. Salah satu bantuan yang diberikan adalah perusahaan siap menanggung biaya pesertanya yang kemungkinan mengalami efek serius dari suntikan vaksin tersebut. 

President Director Prudential Indonesia Jens Reisch menjelaskan vaksinasi adalah program yang sangat penting dari pemerintah untuk melindungi kesehatan publik. Program ini diharapkan bisa mewujudkan masyarakat yang sehat, dan sejahtera, sekaligus membantu pemulihan ekonomi.

" Kami siap mendukung pemerintah dengan memberikan santunan tunai kepada masyarakat apabila mereka harus dirawat di rumah sakit akibat efek samping usai vaksinasi," ungkap Reisch, dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 7 Februari 2021.

1 dari 3 halaman

Pemberian Dana Santunan

Salah satu dukungan yang diberikan, lanjut Reisch, yakni inisiatif Program Santunan Rawat Inap Pascavaksinasi yang ada di aplikasi Pulse by Prudential (Pulse). Program bebas biaya ini ditujukan bagi nasabah maupun non nasabah Prudential.

" Inisiatif yang kami tawarkan mewujudkan Indonesia yang sehat dan dapat bangkit kembali," tuturnya.

Pemerintah melaksanakan sejumlah program vaksinasi yang bertujuan membangun ketahanan kesehatan nasional. Khusus program vaksinasi covid-19, ditargetkan untuk 181,5 juta masyarakat di seluruh Indonesia. Program tersebut menjadi fokus utama pemerintah tahun ini dan tahun depan guna mengakhiri pandemi dan memulihkan perekonomian nasional.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

 

 

2 dari 3 halaman

BPOM Izinkan Penggunaan Vaksin CoronaVac Untuk Lansia

Dream - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan, Penny Lukito, menyatakan penggunaan vaksin CoronaVac untuk kelompok lanjut usia telah diizinkan. Hal itu ditetapkan setelah BPOM melakukan penilaian atas data hasil uji klinis di China dan Brasil melibatkan lansia usia 59-70 tahun.

" Berdasarkan hasil pembahasan kemarin pada tanggal 5 Februari 2021, BPOM telah mengeluarkan persetujuan penggunaan atau Emergency Use Authorization vaksin CoronaVac untuk usia di atas 60 tahun dengan dua dosis suntikan vaksin yang diberikan dalam selang waktu 28 hari," ujar Penny dalam konferensi pers virtual, Minggu 07 Februari 2021.

Penny mengatakan latar belakang pemberian izin penggunaan ini yaitu tingginya angka kematian akibat kelompok usia lanjut akibat Covid-19. Meskipun dia mengakui berdasarkan data hasil uji klinis yang diteroma pada 11 Januari 2021 menunjukkan vaksin buatan Sinovac baru dibolehkan untuk kelompok dewasa usia 18-59 tahun.

Data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional menunjukkan tingkat kematian lansia akibat Covid-19 menunjukkan angka cukup tinggi. Besarannya mencapai 47,3 persen.

" Menjadi keharusan tentunya bagi pemerintah untuk menetapkan pemberian izin penggunaan vaksin yang tersedia yaitu saat ini CoronaVac menjadi prioritas untuk diberikan kepada kelompok lansia," ucap Penny.

3 dari 3 halaman

Proses Screening Penting Dijalankan

Meski demikian, Penny mengingatkan pemberian vaksin kepada kelompok lansia harus dilakukan secara hati-hati. Ini mengingat kelompok lansia cenderung memiliki berbagai komorbid atau penyakit penyerta.

" Oleh karena itu, proses screening menjadi sangat penting sebelum dokter memberikan persetujuan pemberian vaksinasi," kata dia.

BPOM sendiri telah menyusun lembar fakta (factsheet) yang bisa digunakan sebagai acuan bagi tenaga kesehatan dan vaksinator dalam proses screening sebelum vaksinasi kepada lansia. Juga perlu disiapkan langkah antisipasi apabila terjadi Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI).

" Apabila terjadi hal tidak diinginkan pasca-vaksinasi maka penyediaan layanan medis dan obat-obatan atau penanganan KIPI serius yang mungkin saja terjadi harus menjadi perhatian penyelenggara vaksinasi untuk lansia," ucap dia.

Beri Komentar