Indeks Syariah Gagal Mengekor Laju IHSG

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 9 Desember 2019 16:55
Indeks Syariah Gagal Mengekor Laju IHSG
Sektor ini justru diminati investor.

Dream - Bursa saham syariah Indonesia gagal menguntit laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang bergerak menguat jelang sesi penutupan perdagangan Senin, 9 Desember 2019 berakhir. Tanpa motor penggerak, tiga indeks saham syariah berguguran di awal pekan ini. 

Laju ISSI memang tampak kurang meyakinkan sejak awal pembukaan perdagangan dibuka. Bergerak relatif stagnan, indeks syariah berulang kali jatuh bangun di dua zona.

Sentimen menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS belum cukup jadi pemicu investor berburu saham di lantai bursa.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini ditutup melemah 0,077 poin (0,04%) ke level 186,388. Sempat dibuka menguat di level 186.641 saat sesi pra-pembukaan, ISSI bergerak fluktuatif sepanjang sesi pagi dan siang. ISSI menembus level tertingginya di 186,974 dan terendah di 185,920.

Koreksi juga dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang melemah 1,157 poin (0,17%) ke level 691,732. Sementara Indeks JII70 terkoreksi 0,119 poin (0,05%) ke level 232,209.

Di saat indeks syariah terkoreksi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil lolos dari tekanan jual jelang sesi penutupan berakhir. IHSG naik tipis 6,923 poin (0,11%) ke level 6.193,791.

1 dari 5 halaman

Sektor Properti Paling Digemari

Investor tertarik dengan sektor properti. Saham sektor ini ramai-ramai dibeli sehingga indeksnya melejit 1,59 persen. Penguatan juga dialami indeks sektor pertanian sebesar 0,54 persen, perdagangan 0,35 persen , barang konsumsi 0,30 persen, dan keuangan 0,28 persen.

Indeks sektor infrastruktur terkoreksi 0,99 persen, industri aneka 0,099 persen, industri dasar 0,24 persen, dan manufaktur 0,08 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah PICO yang harga sahamnya terangkat Rp810, MSKY Rp310, PCAR Rp295, AALI Rp125, dan PDES Rp120.

Harga saham SHID terkoreksi Rp450, TCPI Rp200, INTP Rp150, JSMR Rp150, dan LPPF Rp140.

Dari pasar keuangan, kurs rupiah sore ini bergerak menguat. Pada perdagangan pukul 16.12 WIB, dolar AS turun 32 poin (0,23%) ke level Rp14.005.

2 dari 5 halaman

Bluechips Berguguran, Indeks Syariah Terkapar di Zona Merah

Dream - Indeks syariah mendekam di zona merah sepanjang perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu 4 Desember 2019. Sentimen penguatan rupiah tak cukup memikat pelaku pasar untuk terjun ke lantai bursa.

Tanpa sentimen positif signifikan yang masuk ke lantai bursa, investor memilih menyelamatkan portofolionya dengan melakukan aksi jual saham. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan melemah 0,429 poin (0,23%) ke level 183,739. ISSI memulai sesi jual beli dari teritori merah saat dibuka melemah di level di 183,636.

Aksi jual saham membuat indeks ini semakin terdorong ke zona merah dan sempat terperosok ke level terendah di 182,958.

 

 

Meski sama-sama ditutup melemah, indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), masih sempat menembus zona hijau. Namun penguatan itu hanya berlangsung saat dan JII terkoreksi 1,837 poin (0,27%) ke level 678,067 di sesi penutupan.

Sementara indeks JII70 mengikuti laju ISSI yang mendekam seharian di zona negatif. Indeks syariah paling bungsu ini merosot 0,820 poin (0,36%) ke level 228,223.

Aksi jual yang cukup kuat di lantai bursa memaksa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkoreksi. Terpangkas 21,017 poin (0,34%), IHSG bertengger di level 6.112,879.

3 dari 5 halaman

Indeks Sektor Barang Konsumsi Amblas

Investor lebih suka melepas sahamnya, terutama di sektor barang konsumsi yang terkoreksi sampai 1,27 persen.

Sebaliknya indeks sektor infrastruktur ditutup menguat 0,80 persen, pertambangan 0,61 persen, properti 0,46 persen, dan industri aneka 0,37 persen.

Emiten syariah yang bertengger di posisi top gainer kali ini POLU yang harga sahamnya naik Rp560, POLL Rp500, PLIN Rp390, PICO Rp240, dan JSMR Rp175.

Sebaliknya, yang menjadi " juru kunci" adalah UNVR yang harga sahamnya merosot Rp675, UNTR Rp450, ICBP Rp300, EPMT Rp250, dan MAPA Rp250.

Pada 16.34, kurs dolar AS melemah 86 poin (0,61%) ke Rp14.029 per dolar.

4 dari 5 halaman

Berseberangan dengan IHSG, Indeks Syariah Ditutup Melemah

Dream - Indeks syariah kompak turun pada penutupan perdagnagan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 3 Desember 2019. Koreksi yang dialami indeks syariah ini berseberangan dengan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang lolos dari tekanan.

Pelemahan indeks syariah terjadi di tengah mata uang dolar AS yang kembali menguat terhadap rupiah. Di sisi lain, aksi jual asing di pasar modal Indonesia mulai berkurang di bawah Rp100 miliar. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan koreksi tipis 0,044 poin (0,02%) ke level 184,168. ISSI bergerak fluktuatif setelah sempat dibuka melemah ke level 183,968. 

 

 

Saham syariah sempat kembali menjadi incaran pelaku pasar dengan terdorong naik ke zona hijau. Level tertinggi ISSI dicetak di level 184,580. Sayangnya penguatan ini tak berlangsung hingga sesi perdagangan ditutup.

Koreksi juga dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang turun 0,628 poin (0,09%) ke level 679,904. Sementara indeks JII70 melemah 0,575 poin (0,25%) ke level 229,043.

Adanya aksi beli pada saham-saham lapis dua menyelamatkan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Meski sempat terpeleset, IHSG ditutup naik 3,841 poin (0,06%) ke level 6.133,896.

5 dari 5 halaman

Sektor yang Digemari untuk Dibeli dan Dijual

Investor lebih suka membeli saham  di sektor industri dasar, barang konsumsi, manufaktur, dan pertambangan. Keempat indeks sektoral terangkat 1,36 persen, 0,73 persen, 0,58 persen, dan 0,15 persen.

Sebaliknya, indeks sektoral yang mengalami tekanan kali ini berasal dari emiten industri aneka yang terkoreksi 1,61 persen, pertanian 0,45 persen, dan perdagangan 0,29 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini BYAN yang harganya melesat Rp1.625, INTP Rp325, GHON Rp250, AKSI Rp245, dan PCAR Rp225.

Di jajaran top losser saham syariah bertengger emiten PICO yang terkoreksi Rp980, UNTR Rp575, HEXA Rp210, dan PLIN Rp200.

Dari pasar keuangan, nilai tukar rupiah sore ini mengalami tekanan. Pada perdagangan pukul 16.44 WIB, dolar AS menguat 6 poin (0,04%) ke level Rp14.131 per dolar AS.

Beri Komentar
Bikin Geleng-geleng Kepala, 3 Mobil Ini Sukses Terjang Banjir