Rupiah Menguat di Level Rp13 Ribu, Indeks Syariah Malah Loyo

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 13 September 2019 16:45
Rupiah Menguat di Level Rp13 Ribu, Indeks Syariah Malah Loyo
Apakah turut positif?

Dream - Sentimen positif dari luar negeri tak mampu mendorong pelaku pasar untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jelang libur akhir pekan, indeks bursa saham Indonesia didominasi pelemahan termasuk tiga indeks acuan saham syariah. 

Stimulus moneter di Eropa hanya membawa angin baik untuk nilai tukar rupiah. Sementara investor pasang modal tak mengindahkan meredanya perang dagang AS-China dan lebih terpengaruh oleh teknikal indeks yang memang diprediksi akan terkoreksi.

Dari pasar keuangan, nilai tukar rupiah pada perdagangan Jumat, 13 September 2019 pukul 16.08 WIB bergerak menguat terhadap dolar AS. Dolar AS ditekan ke bawah Rp14 ribu. Mata uang Paman Sam melemah 38 poin (0,27%) ke level Rp13.956 per dolar AS.

Sekadar informasi, keputusan Bank Sentral Eropa melanjutkan stimulus dan pemangkasan bunga acuan lebih lanjut.

Sementara data BEI mencatat, indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup melemah 0,812 poin (0,42%) ke level 191,448. ISSI hanya bergerak naik sekitar 30 menit setelah bel perdagangan dibuka usai naik ke level 192,758 di sesi pra-pembukaan.

Meski sempat naik tipis di awal sesi kedua, ISSI tak mampu melawan tekanan jual dari pelaku pasar. Hingga sesi penutupan ISSI terus bergerak turun dan sempat jatuh ke level terendah 190,759.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga bernasib sam. Melemah 2,076 poin (0,29%), indeks JII turun ke level 693,682. Sementara Indeks JII70 turun 1,169 poin (0,49%) ke level 236,165.

Pasar modal Indonesia jelang libur akhir pekan ini memang dilanda tekanan. Terlihat dari laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terpeleset 7,331 poin (0,12%) ke level 6.334,843.

1 dari 5 halaman

Kurang `Angin Baik`

Minim sentimen positif membuat penanam modal enggan melantai di bursa. Indeks sektor pertanian menguat 0,46 persen, keuangan 0,32 persen, infrastruktur 0,19 persen, dan industri aneka 0,04 persen.

Sebaliknya, indeks sektor pertambangan terkoreksi 2,10 persen, industri dasar 0,73 persen, perdagangan 0,31 persen, manufaktur 0,28 persen, propreti 0,24 persen, dan barang konsumsi 0,13 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNVR yang harga sahamnya naik Rp525, INTP Rp375, SMGR Rp325, MAPA Rp275, dan FISH Rp250.

Harga saham ITMG merosot Rp725, EMTK Rp500, TPIA Rp400, ICBP Rp325, dan DSSA Rp275.

2 dari 5 halaman

Indeks Syariah Ikut `Berduka` di Hari Pemakaman BJ Habibie

Dream - Indeks bursa saham Indonesia seperti turut bersedih dengan kepergian Presiden ketiga Indonesia, Bacharduddin Jusuf Habibie untuk selama-lamanya. Menguat di awal perdagangan, indeks saham di Bursa Efek Indonesia pelan-pelan jatuh ke zona negatif.

Laju pelemahan indeks saham ini bertolak belakang dari perkiraan akan adanya kenaikan dari sejumlah analis yang melihat sentimen positif dari pasar global. 

Pada penutupan perdagangan BEI, Kamis, 12 September 2019, tiga indeks syariah yang menguat di awal sesi kompak menutup perdagangan dengan bergerak melemah.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tercatat merosot 1,954 poin (1%) ke level 192,260. ISSI dibuka menguat di level 194,336 saat baru memasuki pra-pembukaan perdagangan. Hanya dalam hitungan menit, ISSI langsung terjun ke zona negatif hingga sesi perdagangan berakhir.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) sore ini juga ditutup tajam 10,475 poin (1,48%) ke level 695,758. Sementara Indeks JII70 merosot 3,236 poin (1,34%) ke level 237,334.

Dari pergerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), indeks acuan pasar modal Indonesia itu juga melemah 39,780 poin (0,62%) ke level 6.342,174.

3 dari 5 halaman

Semua Indeks Sektoral Melemah

Semua indeks sektoral melemah. Investor melepas saham-sahamnya paling banyak di sektor industri aneka, infrastruktur, dan pertambangan. Indeks sektor industri aneka terkoreksi 2,02 persen, infrastruktur 1,37 persen, dan pertambangan 1,09 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah FIRE yang harga sahamnya menguat Rp370, POLL Rp330, SMGR Rp300, SIPD Rp100, dan AKSI Rp94.

Sebaliknya, harga saham ITMG turun Rp550, UNVR Rp550, UNTR Rp450, DSSA Rp275, dan INDF Rp200.

Pada 16.23, rupiah juga ikut melemah. Nilai tukar dolar AS menguat 83 poin (0,59%) ke level Rp14.143.

4 dari 5 halaman

Tertatih-tatih di Awal Sesi, Indeks Syariah Ditutup Menguat

Dream - Indeks syariah kembali melanjutkan aksi penguatannya meski sempat terseok-seok di awal perdagangan. Aksi beli 15 menit kelang penutupan mendorong tiga indeks saham syariah bertengger di zona hijau.

Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 11 September 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,821 poin (0,42%) ke level 194,214.

ISSI mengawali perdagangan dengan bergerak menguat ke level 193,555 di sesi pra-pembukaan perdagangan. Sayangnya penguatan ini hanya bisa bertahan sekitar satu jam usai bel tanda perdagangan dimulai.

Indeks acuan saham syariah pasar modal Indonesia ini terkena tekanan jual dan menutup sesi pertama di zona hijau. Di sesi siang, ISSI kembali dilanda aksi beli meski sempat terpeleset jelang sesi penutupan.

Penguatan juga dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang naik 2,136 poin (0,30%) ke level 706,233. Sementara indeks JII70 menguat 1,328 poin (0,55%) ke level 240,570.

Dengan dukungan 6 indeks sektoral yang bergerak naik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan dengan menguat 45,281 poin (0,71%) ke level 6.381,954.

5 dari 5 halaman

Sektor Industri Aneka Laris-Manis

Kali ini, investor getol melantai di bursa. Investor lebih suka membeli saham di sektor industri aneka sehingga indeksnya meroket 3,09 persen. Penguatan indeks sektoral ini juga diikuti oleh sektor properti yang naik 1,57 persen dan pertambangan 1,22 persen.

Indeks sektor barang konsumsi terkoreksi 0,11 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNTR yang harga sahamnya naik Rp550, TCPI Rp350, CPIN Rp300, ASII Rp250, dan FIRE Rp220.

Sebaliknya, emiten syariah pencetak top loser kali ini adalah UNVR yang harga sahamnya melorot Rp1.025, INTP Rp975, SMGR Rp675, EMTK Rp200, dan FISH Rp200.

Pada 16.24, nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS. Kursnya terkoreksi 31 poin (0,22%) ke level Rp14.083.(Sah)

Beri Komentar
Pengalaman Hidup Berharga Chiki Fawzi di Desa Ronting