Properti Bekas Milik Keluarga Presiden AS, JFK (Arabianbusiness)
Dream - Sebuah mansion megah bernilai US$ 440 juta atau Rp 5,58 triliun di London mencuri perhatian saudagar kaya asal Timur Tengah. Maklum saja, rumah mewah ini memang peninggalan mantan Presiden Amerika Serikat, John F Kennedy (JFK).
Selain lokasinya yang eksklusif di jantung Inggris, mansion yang dibangun pada 1849 semula bernama bernama 13-14 Princes Gate yang terletak di Jalan Kensington. Sebelum dimiliki mendiang JFK , mansion ini adalah rumah keluarga bankir terkenal JP Morgan dan sempat menjadi rumah dinas duta besar AS pada 1921.
Salah satu dari 8 duta besar AS yang pernah tinggal di sana adalah Joseph Kennedy bersama dengan putranya John Fitzgerald Kennedy, yang kemudian menjadi Presiden AS ke-35.
" Mansion tersebut luasnya 41 ribu kaki persegi, sebuah mansion yang sangat luas. Jika direnovasi menjadi mansion premium, nilainya bisa mencapai antara US$ 200 juta hingga US$ 440 juta. Sebuah nilai yang menjadikannya sebagai rumah pribadi paling mahal di London," kata Becky Fatemi, direktur Agen Properti Rockstone seperti dikutip dari laman Arabianbusiness, Senin, 2 Februari 2015..
Salah satu tokoh yang memiliki properti di sekitar mansion tersebut adalah mantan perdana menteri Qatar Sheikh Hamad bin Jassim bin Jaber Al Thani. Dengan nilai jual tinggi dan lokasinya yang premium tersebut, Fatemi berharap mansion ini bisa menarik minat para saudagar Timur Tengah.
" Daftar calon pembeli rumah mewah ini memang langka. Tapi para pangeran dari Teluk, khususnya Qatar, Kuwait, Arab Saudi dan Abu Dhabi yang punya banyak uang akan tertarik pada properti seperti ini," kata Fatemi.
Namun minat para raja minyak Timur Tengah ini takkan berjalan mulus. Para miliarder Asia, Rusia, Afrika atau Eropa juga mengincar properti langka ini. Selain itu, negara kaya minyak atau gas mungkin juga akan tertarik menjadikan mansion tersebut sebagai kedutaan lagi.
Advertisement
Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara


Masalah Keuangan Berkepanjangan Bisa Berkaitan dengan Penuaan Otak Lebih Cepat, Ini Penjelasannya

Pemeriksaan Kesehatan yang Penting untuk Perempuan Usia 20-an, 30-an, 40-an, dan 50-an


Tembus 21 Juta Views, 'Kasih Aba-Aba 2.0' Naykilla & Tenxi Jadi Tren TikTok Untuk Sambut Shopee 9.9


Tak Cukup Lihat Klaim di Kemasan, Orang Tua Perlu Lihat Bukti di Balik Susu Formula Anak

Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global