Sektor Pertanian Diprediksi Jadi Penyelamat Ekonomi Saat Pandemi

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Jumat, 7 Agustus 2020 10:32
Sektor Pertanian Diprediksi Jadi Penyelamat Ekonomi Saat Pandemi
Indonesia memiliki potensi sumber daya pertanian dengan nilai ekonomi yang tinggi.

Dream - Peneliti Center of Food, Energy and Sustainable Development, Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rusli Abdullah mendorong pemerintah memberikan kontribusi di sektor pertanian di tengah pandemi.

Hal ini didorong atas dasar sektor pertanian masih tumbuh positif dan mampu menyerap banyak tenaga kerja.

" Kita ketahui, sektor pertanian masih tumbuh positif dan mampu menyumbang cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi," jelas  Rusli dikutip dari Merdeka.com, Kamis 6 Agustus 2020.

Menurut dia, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Produk Domestik Bruto (PDB) pertanian tumbuh 16,24 persen pada triwulan-II 2020 (q to q).

" Sementara secara year on year tumbuh 2,19 persen dan menyerap banyak tenaga kerja. Harusnya dapat dimaksimalkan," terangnya lagi. 

Rusli mengatakan, sektor pertanian berpotensi besar untuk terus tumbuh positif selama dan pasca pandemi Covid-19 berlangsung. Sebab penerapan kebijakan lockdown di banyak negara menghentikan aktivitas pertanian.

1 dari 2 halaman

Ilustrasi Petani© Merdeka.com

Berbeda dengan Indonesia, potensi sumber daya pertanian mempunyai nilai ekonomi yang tinggi.

Sehingga pertanian dapat menjadi bantalan untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional dan penyerapan tenaga kerja yang terdampak pandemi ini.

2 dari 2 halaman

Berdasarkan lapangan usaha secara year on year terlihat bahwa pertumbuhan sektor-sektor yang memiliki kontribusi besar bagi PDB yaitu sektor industri dan sektor perdagangan sedang mengalami perlambatan yang cukup dalam.

Sektor industri dari pertumbuhan 3,54 persen yoy pada triwulan II tahun lalu menjadi -6,19 persen yoy pada triwulan II 2020.

Sedangkan sektor perdagangan, dari tumbuh 4,63 persen yoy pada triwulan II 2019 sekarang -7,57 persen yoy di triwulan II 2020.

" Artinya saatnya sektor pertanian untuk lebih dimaksimalkan lagi, agar bisa berkontribusi lebih besar lagi," ujarnya

" Ini peluang bagi kita, karena pasar ekspor akan semakin terbuka dan membutuhkan aneka produk pertanian berkaitan dengan pangan. Juga akan menambah tingkat penyerapan bagi tenaga kerja kita," imbuh dia.

(Sumber: Liputan6.com)

 

Beri Komentar