Sentimen Piala Dunia Jegal Indeks Syariah

Reporter : Syahid Latif
Senin, 16 Juni 2014 16:17
Sentimen Piala Dunia Jegal Indeks Syariah
Pelaku pasar tampaknya tak terlalu suka dengan gelaran Piala Dunia. Terbukti indeks tak pernah naik signifikan. Sementara sentimen Pilpres tak juga membawa kabar baik.

Dream - Sentimen Piala Dunia 2014 mengusik pergerakan indeks bursa saham Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Pada pembukaan perdagangan awal pekan ini, seluruh indeks saham syariah jatuh ke zona merah.

Selain sentimen Piala Dunia, gerak pasar saham juga diliputi aksi akrobatik asing yang terkadang melakukan aksi beli dan dilain hari justru melepas sahamnya.

Sentimen Pemilihan Presiden (Pilpres) yang sebelumnya diharapkan membawa angin positif, justru ditanggapi hati-hati pelaku pasar.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, 16 Juni 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 41,20 poin (0,84%) ke level 4.885,45. Lagi-lagi, indeks harus terperosok ke zona merah.

IHSG yang sempat menyentuh level tertinggi 4.929,55 ini hanya mencetak nilai transaksi minim sebesar Rp 3,68 triliun. Pemodal asing mencetak nett sell Rp 246,17 miliar, atau berbalik dari perolehan nett buy akhir pekan lalu sebesar Rp 696,47 miliar.

Terlemparnya IHSG dari level 4.900 membuat indeks saham utama lainnya ikut bertumbangan. Dua indeks saham syariah di BEI juga mengalami nasib serupa.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tercatat melemah 1,76 poin (1,09%) ke level 160,34. Sebanyak 135 emiten menggiring indeks ISSI masuk dalam zona merah.

Minimnya aksi jual beli saham membuat nilai transaksi yang tercipta tak signifikan. Aksi jual beli 21,54 miliar saham syariah hanya menyumbang nilai Rp 2,55 triliun.

Koreksi lebih dalam dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang melemah 9,37 poin (1,41%) ke level 655,89. Sebanyak 23 emiten keping biru syariah terpuruk di level negatif.

Dari kawasan Asia, gerak indeks memang variatif. Indeks saham utama di Jepang (Nikkei) dan Hong Kong (Hang Seng) masing-masing melemah 164,5 poin dan 18,5 poin. Sementara KOSPI Korea Selatan dan SSEC Shanghai naik masing-masing 2,74 poin dan 15,26 poin.

Saham-saham bluechips yang menghuni daftar pencetak kenaikan harga tertinggi (top gainer) di awal pekan ini adalah AALI yang menguat Rp 125, MPPA Rp 70, LSIP Rp 35, BMTR Rp 5, dan SMRA Rp 5 per saham. (Ism)

Beri Komentar