Ilustrasi Pasar Tradisional
Dream - Pembangunan pasar tradisional kian menyusut tiap tahunnya. Padahal keberadaan pasar tradisional merupakan salah satu pilar perekonomian yang menguasai 67,6 persen pangsa. Juga menghidupi lebih dari 12 juta orang.
Hal ini dipaparkan dalam keterangan pers diskusi Danamon Peduli, akhir pekan lalu. terkait Pengembangan Pasar Tradisional.
Banyaknya jumlah pedagang yang mencari mata pencarian di pasar tradisional membuktikan, pasar merupakan salah satu penyedia lapangan pekerjaan yang mampu mengurangi angka pengangguran di Indonesia. Dalam UU No. 7 tahun 2014, pasar tradisional disebut sebagai pasar rakyat untuk menghapus citra pasar tradisional yang selama ini memiliki kesan negatif.
Data survei AC Nielsen tahun 2013 menunjukkan, jumlah pasar rakyat di Indonesia terus mengalami penurunan. Tahun 2007 pasar rakyat berjumlah 13.550, tahun 2009 berjumlah 13.450 dan tahun 2011 berjumlah 9.950.
Sementara perbandingan pertumbuhan pasar rakyat terhadap pasar modern cukup drastis, di mana pasar rakyat tumbuh melambat -8,1% sementara pasar modern tumbuh 31,4 persen.
Keberadaan pasar rakyat di Indonesia bukan semata-mata urusan ekonomi saja. Namun lebih jauh mencakup mengenai isu ruang dan relasi sosial, warisan dan ranah budaya. Sekaligus peradaban yang berlangsung sejak lama mengingat nilai historis yang sudah melekat.
" Menyikapi kenyataan, pasar rakyat saat ini keberadaannya semakin terdesak, muncul suatu pertanyaan, 'Mampukah pasar rakyat bertahan di tengah arus modernitas yang terjadi?'," tulis keterangan pers itu.
Menurut hasil diskusi yang dihadiri Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi itu disebutkan, salah satu penyebab tidak berkembangnya pasar rakyat saat ini adalah kondisi fisik dari pasar itu sendiri. Seperti bau, pengap, berantakan, becek dan jorok.
Kenyataan itulah yang membuat para pengunjung pasar rakyat beralih memilih pasar modern dan hypermarket, yang lebih menawarkan kelengkapan dan kenyamanan berbelanja dibandingkan pasar rakyat.
Selain keadaan fisik yang kalah bersaing dengan pasar modern, saat ini ciri khas pasar rakyat sebagai pasar yang menyediakan kebutuhan barang dengan harga murah juga tidak populer lagi.
Pasar rakyat yang memiliki keunikan dan identik dengan pasar, yang memungkinkan adanya tawar-menawar barang juga menjadi tidak menarik lagi. Karena saat ini hypermarket menawarkan barang-barang kebutuhan dengan harga murah dan bahkan memberikan harga diskon.
" Kenyataan inilah yang membuat para konsumen melupakan keberadaan pasar rakyat," tulis keterangan pers itu.
Untuk itu, pengamat Tata Kota, Nirwono Joga menyatakan perlunya beberapa hal dalam pengembangan pasar rakyat ini. Seperti, perlindungan dan pemberdayaan pasar rakyat, strategi pemerintah dalam pengembangan dan kelangsungan pasar rakyat, serta kemitraan antara pihak-pihak yang berkaitan dengan pengembangan pasar rakyat tersebut. (Ism)