Wanita (2): Sri Mulyani, Muslimah Paling Berpengaruh di Bumi

Reporter : Eko Huda S
Senin, 9 Februari 2015 19:15
Wanita (2): Sri Mulyani, Muslimah Paling Berpengaruh di Bumi
Membawa ekonomi Indonesia tetap tumbuh di tengah krisis. Menjabat Direktur Pelaksana Bank Dunia. Jadi wanita muslim paling berpengaruh di dunia.

Dream - Pidato perempuan itu tiba-tiba terhenti. Bibirnya tergetar. Suaranya tercekat di kerongkongan. Mata yang sejak semula sudah berkaca-kaca pun akhirnya tumpah. Isak kesedihan tak lagi bisa disembunyikan.

Jeda sejenak. Satu-dua nafas panjang dihela. Dia seka air mata pada jeda itu. Sembari mengumpulkan tenaga untuk menata kembali kata-kata yang sempat buyar. Dengan terbata, dia rangkai kembali kata-katanya.

Namun, baru beberapa kata terucap, kalimat perempuan berkebaya hijau itu kembali terhenti. Air mata pun mengucur. Semakin deras. “ Saya boleh menangis karena sudah bukan Menteri Keuangan. Kalau Menteri Keuangan tidak boleh nangis Pak Agus, nanti Rupiah tergoncang,” kata dia mencoba berseloroh.

“ Ini adalah ekspresi kelegaan, saya ingin menyampaikan rasa lega saya, sebagai penutup saya ingin menyampaikan pamit kepada seluruh teman-teman yang selama ini telah memberikan yang terbaik kepada saya, kepada keluarga,” tambah perempuan bersanggul itu.

Perempuan yang berpidato itu adalah Sri Mulyani. Pada Rabu 19 Mei 2010 itu, dia tengah berpamitan kepada seluruh karyawan di Kementerian Keuangan. Sekaligus menyerahkan jabatan Menteri Keuangan kepada Agus Marto Wardojo. Setelah itu, Sri Mulyani menjabat sebagai Direktur Pelaksana (Managing Director) Bank Dunia.

Siapa nyana, mengakhiri jabatan sebagai menteri, tak membuat gaung Sri Mulyani terhenti. Empat tahun kemudian, majalah Forbes pada Juli 2014 meletakkan Sri Mulyani sebagai “ 100 Wanita Paling Berpengaruh di Dunia.”

Dalam kapasitasnya sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia, ia berada di peringkat 38. Dia berada di peringkat teratas dari enam wanita muslim yang ada di daftar itu. Melebihi politisi atau pebisnis wanita muslim lainnya.

Perempuan dengan...

1 dari 2 halaman

Anak Guru Besar

Perempuan dengan karier cemerlang itu lahir di Tanjung Karang, atau yang sekarang disebut Bandar Lampung, pada 26 Agustus 1962. Dia merupakan anak ke tujuh dari sepuluh bersaudara dari pasangan Guru Besar Universitas Negeri Semarang (Unnes), Profesor Satmoko dan Profesor Dr. Retno Sriningsih.

Mayoritas kakak dan adik Sri Mulyani menyandang titel master dan doktor. Hanya satu orang yang bergelar sarjana dan seorang lagi bergelar profesor. Meski profesi beragam, rata-rata mereka mengabdikan diri sebagai pendidik, sebagaimana ayah-ibu mereka.

Sri Mulyani yang juga istri Ekonom, Tony Sumartono, ini menyabet gelar sarjana dari Universitas Indonesia pada 1986. Sementara, gelar Master dan Doktor didapat dari the University of Illinois at Urbana-Champaign, Amerika Serikat.

Sri Mulyani dan saudara-saudaranya dibesarkan dengan cara biasa-biasa saja. Kehidupan mereka layaknya keluarga normal lain, sehingga nyaris tidak ada yang istimewa.

Tapi, ada hal poin penting yang ditekankan kepada Sri Mulyani dan saudaranya. Pertama, mereka dididik untuk selalu bersama dan bersatu. Kedua, diharuskan berprestasi dalam bidang akademik dan aktif dalam kegiatan di luar sekolah. Ketiga, membaca harus dijadikan sebagai kebiasaan atau hobi.

Sri Mulyani...

2 dari 2 halaman

Bukan Ekonom Kacangan

Sri Mulyani menjadi orang Indonesia pertama yang menempati posisi Direktur Pelaksana Bank Dunia. Jabatan itu memang layak disandangnya. Sebab, dia bukanlah ekonom kacangan. Ibu tiga anak yang cerdas dan lugas ini sudah kenyang makan asam garam di bidang perekonomian dunia.

Lihatlah pengalaman yang segudang. Pada 2001, dia telah menjadi konsultan pada US Agency for International Development (USAID). Kariernya terus menanjak. Sejak 2002 hingga 2004, dia menjadi Direktur Eksekutif pada International Monetary Fund (IMF) mewakili 12 negara di Asia Tenggara.

Pada 2005, Sri Mulyani ditunjuk sebagai Menteri Keuangan dalam Kabinet Indonesia Bersatu Indonesia pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sejak itulah Sri Mulyani unjuk gigi. Dia melakukan sejumlah gebrakan, terutama mereformasi bea dan cukai.

Selang setahun setelah ditunjuk jadi menteri, Sri Mulyani dinobatkan sebagai Euromoney Finance Minister of the Year oleh majalah Euromoney. Dan pada 2007, Sri Mulyani membawa Indonesia pada pertumbuhan ekonomi sebesar 6,6 persen. Angka tertinggi sejak terjadi krisis ekonomi 1997.

Kualitas Sri Mulyani kembali teruji saat perlambatan ekonomi tahun 2008. Kala itu, pada bulan Juli, dia juga merangkap sebagai Menteri Koordinator bidang Perekonomian menggantikan Boediono yang menempati pos baru sebagai Gubernur Bank Indonesia.

Pada Agustus 2008, Sri Mulyani masuk dalam daftar perempuan paling berpengaruh di dunia versi Majalah Forbes. Tahun itu pula, dia juga dianugerahi penghargaan Finance Minister of The Year Asia versi surat kabar Emerging Markets. Sebuah penghargaan yang juga diberikan kepadanya pada tahun sebelumnya.

Sri Mulyani kembali ditunjuk sebagai Menteri Ekonomi saat Susilo Bambang Yudhoyono kembali terpilih sebagai Presiden Indonesia pada 2009. Dia kembali memegang  komando perekonomian Indonesia dari terpaan krisis dunia. Kala itu, perekonomian Indonesia tumbuh 4,5 persen, sementara negara-negara lain mengalami resesi. Indonesia menjadi satu di antara tiga negara dengan pertumbuhan positif di atas 4 persen. Dua di antaranya adalah China dan India.

Berbekal segudang prestasi itulah, pada 5 Mei 2010 Sri Mulyani ditunjuk sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia, menggantikan Juan Jose Daboub yang telah menempati pos itu selama empat tahun. Sejak 30 Juni tahun itu, Sri Mulyani menjadi orang nomor dua di badan dunia tersebut, mengawasi 74 negara di Amerika Latin, Karibia, Asia Timur dan Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika Utara.

Kiprahnya di Bank Dunia membuatnya kembali mendapat apresiasi. Pada 2014, Majalah Forbes kembali menempatkannya ke dalam daftar 100 perempuan yang paling berpengaruh di dunia. Kali ini, Sri Mulyani berada di peringkat ke 38.

Dia menjadi perempuan beragama Islam teratas dalam peringkat itu. Setelah itu disusul Perdena Menteri Bangladesh, Shiekh Hasina Wajid yang berada di urutan 47; Menteri Kerjasama Internasional dan Pembangunan Uni Emirat Arab, Sheikha Lubna Al Qasimi di urutan 55; pengusaha muslim asal Arab Saudi, Lubna Olayan, di posisi 86; dan putri keluarga Kerajaan Qatar, Sheikha Al Thani, yang menempati posisi 91 dalam daftar ini.

Prestasi Sri Mulyani memang cemerlang. Setidaknya diakui oleh dunia internasional. Sebagai wanita Indonesia dia diakui merupakan seorang perempuan muslim yang memiliki pengaruh paling besar di muka Bumi. (eh)

Beri Komentar