Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Kepemilikan Surat Berharga Negara (SBN) di bulan November 2015 ini masih didominasi asing. Bahkan, kenaikannya paling besar dibandingkan bulan Oktober 2015.
Berdasarkan data dari Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA), Kamis, 3 Desember 2015, kepemilikan asing di pasar SBN domestik per tanggal 25 November 2015 tercatat sebesar Rp 542,37 triliun atau sekitar 37,96 persen dari total SBN outstanding yang nilainya mencapai Rp 1.428,93 triliun.
Di bulan November, asing kembali mencatatkan net inflow yakNi sebesar Rp 13,61 triliun dari bulan sebelumnya sebesar Rp 5,39 triliun. Di bulan November, asing juga tercatat sebagai pihak yang mencatatkan kenaikan kepemilikan yang paling tinggi yakni 2,57% (month to month).
Sementara untuk obligasi korporasi, dominasi industri dana pensiun sebagai pemegang terbesar masih berlanjut di November 2015 dengan komposisi 27,64 persen atau nilainya Rp 70,16 triliu, turun tipis dari akhir Oktober dengan komposisi kepemilikan sebesar 27,67 persen Rp 70,25 triliun.
Ditengah tren penurunan komposisi kepemilikan, komposisi kepemilikan sekuritas justru naik signifikan yakni 25,0 persen dari Rp 480 miliar di akhir bulan Oktober menjadi Rp 600 miliar di akhir bulan November. Kenaikan tersebut sejalan dengan peningkatan transaksi obligasi korporasi di pasar sekunder pada bulan November ini.
Sementara komposisi kepemilikan asing turun menjadi 7,57 persen atau menjadi Rp19,22 triliun di bulan November dari 7,84 persen atau Rp 19,89 triliun.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya