Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Santa Cruz Del Islote (news.com.au)
Dream - Inilah tempat paling padat yang pernah ditingali manusia di seluruh permukaan Bumi. Di sini tidak ada dokter dan listrik hanya menyala lima jam sehari. Tempat ini juga tidak punya saluran air minum atau sistem pembuangan limbah.
Untuk urusan air bersih, penduduknya hanya bisa mengandalkan pasokan dari Angkatan Laut yang datang tiga minggu sekali.
Selamat datang di Santa Cruz del Islote, sebuah tempat yang sangat padat yang terletak di Kepulauan Karibia, Kolombia. Dengan luas hanya 0,012 kilometer persegi, kota kecil ini ditinggali populasi sebanyak 1.200 orang. Tak heran jika kota ini empat kali lebih padat dari kota Manhattan di New York, Amerika Serikat.
Cerita rakyat setempat menyebutkan, kota di salah satu gugusan Pulau San Bernardo, Islote, Kolombia ini ditemukan 150 tahun yang lalu oleh sekelompok nelayan kota pantai Baru yang berjarak 50 kilometer dari Islote.
Saat sandar di pulau ini, para nelayan itu merasa nyaman karena tidak nyamuk di tempat itu, yang merupakan sesuatu yang langka saat itu.
Kini, kota ini sudah dipenuhi 90 rumah, dua toko, satu restoran dan sebuah sekolah. Ruang kosong sangat terbatas di pulau ini hingga banyak dari rumah dibangun di atas air yang menjadikan sebagian daratan pulau ini adalah daratan buatan.
Satu-satunya ruang kosong terbuka bagi orang untuk berkumpul hanyalah sebuah halaman yang ukuran hanya setengah lapangan tenis.
Sebagian besar penduduknya bekerja di pulau-pulau terdekat, dan kehidupan di sini digambarkan sebagai damai, dengan anak-anak berperilaku baik dan pintu tidak pernah terkunci.
"Hidup di sini tenang dan menyenangkan," kata Julio Juvenal, 66, keturunan pendiri Islote, kepada Toronto Star seperti dikutip Dream, Jumat, 24 Juli 2015. "Kami tidak mengalami kekerasan, kami tidak perlu polisi, kami semua tahu satu sama lain dan kami menikmati hari-hari kami."
Meskipun tidak ada kejahatan, Islote punya seorang penjaga keamanan. Dia ditempatkan di sana karena Kolombia yang mendanai sekolah yang dihadiri oleh 80 anak-anak. Hukum Kolombia menyatakan bahwa harus ada penjaga untuk setiap sekolah.
Jika ada yang meninggal, maka jenazahnya akah dikubur di pulau-pulau terdekat karena Islote tidak punya lahan lagi untuk dijadikan pemakaman umum.
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
