Tak Surut oleh Pandemi Covid-19, Penghimpunan Zakat Lampaui Target

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 28 Oktober 2020 08:12
Tak Surut oleh Pandemi Covid-19, Penghimpunan Zakat Lampaui Target
Porsi penghimpunan zakat oleh BAZNAS melalui digital naik tajam.

Dream - Pandemi Covid-19 membuat aktivitas masyarakat di luar menjadi terbatas meski sudah menerapkan protokol kesehatan. Namun di balik cobaan tersebut, serta tekanan resei ekonomi, sifat masyarakat untuk selalu berbagi dengan sesama tak surut bahkan semakin meningkat.

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melaporkan penghimpunan dana tahun ini mengalami peningkatan signifikan. 

" Meskipun dilanda krisis, ada resesi yang terjadi, Alhamdulillah di dunia filantropi, ada pertumbuhan yang cukup baik," kata Kepala Divisi Pengumpulan Ritel Nasional Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Fitriansyah Agus Setiawan, dalam webinar " Yang Muda Yang Peduli Sesama" , Selasa 27 Oktober 2020.

Fitriansyah mengatakan pandemi Covid-19 telah mengerek upaya penghimpunan zakat melalui platform digital. Pada 2019, penghimpunan zakat melalui online mencapai porsi sebesar 49 persen. 

 

1 dari 5 halaman

Target Penghimpunan Zakat Terlampau

" Saat ini, porsi offline hanya 21 persen dan sisanya penghimpunan (melalui) digital," kata dia.

Sebagai informasi, strategi penghimpunan zakat masyarakat melalui platform digital telah dimulai BAZNAS sejak tahun 2015.

Fitriansyah mengatakan nominal penghimpunan dana juga mencatat  kenaikan sebesar 30 persen dibandingkan dengan tahun 2019. Total zakat nasional yang dihimpun BAZNAS tahun ini sudah mencapai Rp10 triliun.

" Kami sudah 103 persen dari target," kata dia.(Sah)

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 5 halaman

Zavira, Robot Pelayan Zakat Milik Baznas

Dream - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bekerja sama dengan PT Telkom Indonesia, meluncurkan layanan chat bot zakat virtual asisstant di aplikasi percakapan Line. Pengguna cukup menambahkan @BaznasIndonesia di pencarian Line untuk bisa meakukan percakapan dengan robon yang diberi nama Zavira tersebut.

" Zavira ini sudah dilengkapi dengan teknologi artificial intelligence (AI), sehingga masyarakat bisa menanyakan apa saja seputar kemudahan bayar zakat, infak, dan sedekah," ujar anggota Baznas, Emmy Hamidiyah, di Jakarta, Rabu 18 Desember 2019.

Zavira, tambah dia, mampu menjadi kalkulator bagi penggunanya yang ingin mengetahui berapa banyak zakat penghasilan yang harus dikeluarkan dari gaji yang diterimanya setiap bulan.

" Di kanal ini pengguna Line bisa mendapatkan informasi tentang penghitungan zakat penghasilan, zakat mal, bayar sedekah dan bayar zakat," ucap Emmy.

Inovasi tersebut, tambah dia, bertujuan menggaet para milenials agar lebih gemar berzakat dan bersedekah.

3 dari 5 halaman

Diharapkan Tingkatkan Pengelolaan Zakat

Emmy mengatakan, peningkatan pengumpulan zakat melalui akses digital selalu meningkat setiap tahunnya. Pada 2017 peningkatan mencapai 3 persen, 2018 peningkatan sebesar 6 persen, dan 2019 mencapai 18 persen.

" Baznas memperkirakan pada 2030 akan mencapai 30 persen," kata dia.

General Manager Government Service PT Telkom Indonesia, Rachmad Dwi Hartanto, mengatakan, kerja sama ini diharapkan mampu membantu Baznas dalam meningkatkan pengumpulan zakat.

" Zavira merupakan sebuah kolaborasi teknologi antara Baznas dan Telkom melalui platform vutura, yang merupakan chatboat solution milik Telkom," ujar Rachmad.

4 dari 5 halaman

Baznas Ungkap Sumber Potensi Zakat di Indonesia

Dream - Indonesia tercatat sebagai negara memiliki jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Dari banyaknya penduduk Muslim tersebut, tersimpan potensi zakat mencapai Rp217 triliun.

Tetapi, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) pada 2019 hanya menargetkan pengumpulan zakat di seluruh Indonesia sebesar Rp9 triliun. Nilai tersebut tentu masih sangat jauh dari potensinya.

" Sebetulnya kalau dilihat grafik periode ketika pimpinan Baznas dilantik dari 2015, itu kenaikannya sudah 300 persen, kalau di (Baznas) Pusat saja naik 400 persen," ujar Komisioner Baznas, Irsyadul Halim di kantornya, Jakarta, akhir pekan lalu.

Halim mengungkapkan sumber potensi zakat ada pada perusahaan dan retail. Menurutnya dia, jika karyawan di suatu perusahaan besar mau membayarkan zakat secara teratur ditambah zakat perusahaan, maka potensi yang nilainya mencapai ratusan triliun itu bisa terkumpul.

" Kalau zakat perusahaan yang besar-besar itu kan milik non-Muslim, makanya nggak gampang," kata dia.

5 dari 5 halaman

Zakat PNS

Halim menerangkan Baznas juga tengah memikirkan cara untuk menghimpun dana zakat yang diambil dari Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal itu dinilai lebih mudah ketimbang menyasar perusahaan swasta.

" Kalau ASN bisa, tergantung kepalanya atau menterinya," kata Halim.

Lebih lanjut, dia berharap dengan pengumpulan zakat yang semakin besar, masyarakat bisa dientaskan dari kemiskinan.

Selama ini, dana zakat yang disalurkan kepada mustahik tidak hanya berupa uang. Baznas juga memberikan berbagai pembinaan untuk meningkatkan kesejahteraan para mustahik.

Beri Komentar