Tekanan Regional Mereda, Indeks Syariah Kompak Menguat

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 19 Agustus 2019 17:09
Tekanan Regional Mereda, Indeks Syariah Kompak Menguat
Rupiah dan IHSG juga ikut menghijau.

Dream - Indeks saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) memulai awal pekan dengan sedikit bertenaga. Ditutup menguat, tiga indeks acuan saham syariah di pasar modal Tanah Air melaju positif sepanjang perdagangan. 

Meredanya sentimen negatif dari dalam dan luar negeri membuat investor cukup percaya diri terjun ke lantai bursa. 

Mengutip data perdagangan BEI, Senin, 19 Agustus 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup menguat 0,487 poin (0,26%) ke level 187,729. ISSI menguat seharian setelah dibuka di level 188,200 di sesi prapembukaan.

ISSI kembali menanjak ke level 188,213 saat sesi prapembukaan. Aksi beli terus terjaga hingga setengah jam jelang penutupan sesi pertama. ISSI menutup sesi pagi di level 187,707. 

Memulai sesi kedua, pelaku pasar mulai mengurangi aksi beli saham. Hal itu berimbas pada laju ISSI yang sedikit terkoreksi namun tetap berada di zona positif. Hingga sesi perdagangan berakhir, ISSI tetap berada di teritori hijau. 

Laju positif sepanjang sesi perdagangan juga dicetak Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang menanjak 2,946 poin (0,44%) ke level 675,593. Sementara Indeks JII70 naik 1,192 poin (0,52%) ke level 230,104.

Meski hanya naik tipis, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga ikut menguat 10,058 poin (0,16%) ke level 6.296,715.

1 dari 5 halaman

Rupiah Menguat

Indeks sektor industri dasar memimpin laju penguatan usai naik 1,32 persen. Disusul sektor  infrastruktur 0,83 persen, properti 0,62 persen, keuangan 0,16 persen, dan manufaktur 0,15 persen.

Namun tekanan melanda indeks sektor pertanian yang terkoreksi 1,32 persen, industri aneka 1,15 persen, pertambangan 0,56 persen, perdagangan 0,34 persen, dan barang konsumsi 0,08 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah INTP yang harga sahamnya naik Rp525, FIRE Rp470, SMGR Rp350, TCPI 350, dan UNTR Rp200.

Sebaliknya, harga BYAN melorot Rp500, TCID Rp500, UNVR Rp475, MAPA Rp325, AALI Rp300.

Pada pukul 16.19, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat. Kurs dolar AS melemah 16 poin (0,11%) ke level Rp14.224 per dolar AS.

Riset KGI Sekuritas mengungkapkan, IHSG kemungkinan ditransaksikan menguat atau rally ke level 6.400 pada hari ini.

" Koreksi akibat tekanan pasar regional mereda sehingga kaum banteng dapat menutup IHSG di atas level 6.200 secara mingguan pada Jumat (16/8)," tutur Analis KGI Sekuritas Yuganur Wijanarko dalam risetnya. (Sah)

2 dari 5 halaman

Indeks Syariah Ditutup Menguat, Saham Properti Jadi Idola

Dream - Bursa saham Indonesia bisa keluar dari tekanan sentimen negatif pasar saham global. Di tengah kecemasan pelaku pasar akan adanya koreksi, sejumlah indeks saham di Bursa Efek Indonesia justru ditutup menguat pada penutupan perdagangan Rabu, 14 Agustus 2019. 

Penguatan ini terjadi di tengah kabar Presiden Joko Widodo yang menyatakan telah siap dengan susunan kabinet baru untuk masa bakti 2019-2024 mendatang. 

Indeks saham syariah tak luput dari penguatan yang terjadi di lantai bursa. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini menutup perdagangan dengan menguat 1,890 poin (1,02%) ke level 186,222.

ISSI memulai perdagangan dengan menguat ke level 186,322 di sesi pembukaan usai menyentuh level 184,932 di sesi pra-pembukaan. ISSI menembus level tertinggi di saat sesi perdagangan berakhir.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) turut naik 7,871 poin (1,18%) ke level 675,345. Begitu pula dengan indeks JII70 menanjak 2,419 poin (1,07%) ke level 229,048.

Pelaku pasar sepertinya melupakan sesaat kondisi pasar regional yang tengah dilanda tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore ini menguat 56,373 poin (0,91%) ke level 6.267,335.

3 dari 5 halaman

Sektor Properti Jadi Idola

Sentimen positif ini membuat investor makin gencar melantai di bursa. Investor lebih suka membeli saham di sektor properti dan industri dasar. Indeks sektor properti melesat 2 persen dan industri dasar 1,52 persen.

Hanya dua indeks sektoral yang melemah, yaitu pertanian yang melorot 0,17 persen dan industri aneka 0,05 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNVR yang harga sahamnya tumbuh Rp625, POLL Rp600, INTP Rp550, SMGR Rp450, dan UNTR Rp350.

Sebaliknya, harga saham FIRE turun Rp150, GHON Rp120, PAMG Rp80, SSTM Rp78, dan UNIC Rp70.

Pada pukul 16.36, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat. Kurs dolar AS turun 65 poin (0,46%) ke level Rp14.245 per dolar AS.(Sah)

4 dari 5 halaman

Indeks Syariah Melemah, Sektor Industri Terkoreksi

Dream - Indeks syariah kompak melemah pada penutupan perdagangan Selasa 13 Agustus 2019. Pelemahan indeks ini mengekor apresiasi dolar AS.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) merosot 1,291 poin (0,69%) ke level 184,932. ISSI berfluktuasi setelah dibuka menguat di 186,621.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), melemah 8,159 poin (1,21%) ke level 667,474.

Indeks JII70 melorot 1,996 poin (0,87%) ke level 226,629.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 39,633 poin (0,63%) ke level 6.210,962.

5 dari 5 halaman

Hanya Dua Indeks Sektoral yang Menguat

Minimnya sentimen positif membuat investor enggan melantai di bursa. Mereka cenderung melepas sahamnya di sektor industri dasar, manufaktur, dan barang konsumsi. Ketiga indeks sektoral ini terkoreksi masing-masing 2,29 persen, 1,5 persen, dan 1,26 persen.

Indeks sektor pertanian menguat 2,99 persen dan perdagangan 0,06 persen.

Harga saham AALI menguat Rp450, BLTZ Rp300, POLL Rp250, GMTD Rp200, dan MDKA Rp150.

Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah MKPI yang harga sahamnya melorot Rp1.600, UNIC Rp1.030, UNVR Rp700, ITMG Rp650, dan INTP Rp625.

Pada 16.09, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS merosot. Kurs dolar AS melesat 131 poin (0,91%) ke level Rp14.325 per dolar AS.

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie