Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bagaimana Sejarah Logo Kapal Api? (Foto: Merdeka.com)
Dream – Sahabat Dream pecinta minuman kopi pasti tak asing saat mendengar merek “ Kapal Api”. Produk kopi bubuk ini sudah lama beredar di masyarakat.
Dikutip dari Merdeka.com, Jumat 27 Juli 2018, Kapal Api adalah brand kopi terkenal yang dikeluarkan PT Santos Jaya Abadi di Sidoarjo, Jawa Timur.
Produk Kapal Api saat ini menjadi pemimpin pasar dengan menguasai 50 persen pangsa pasar kopi secara nasional dengan beragam produk. Selain kopi hitam, Santos Jaya juga mengeluarkan ragam produk minuman kopi sebut saja ABC, Good Day, dan Excelso.
Tapi tahukah Sahabat Dream mengapa merek kopi ternama ini mengambil nama Kapal Api, bagaimana sejarah nama merek itu?
© Dream
Salah satu bos Santos Jaya Abadi, Soedomo Mergonoto, mengatakan ide logo kapal api muncul ketika ayah Soedomo, Go Soe Loet, memiliki banyak pelanggan dari para pelaut di Pelabuhan Tanjung Perak, Jawa Timur.
Goe Soe Loet melihat banyak kapal bersandar di pelabuhan tersebut. Dia pun memutuskan menjadi kapal api sebagai logo sekaligus merek dari produk kopinya.
Usaha Kapal Api bermula dari usaha kopi Goe Soe Loet yang membuka pabrik kopi pada 1927. Ketika itu, Goe Soe Loet bekerja sama dengan Go Bie Tjong dan Go Soe Bie. Tiga orang bersaudara ini mendirikan pabrik penggilingan kopi di Pabean, Surabaya, dengan jumlah pegawai 1.500 orang.
© Dream
Awalnya produk usaha kopi ini diberi nama Kopi Bubuk Hap Hoo Tjan. Kopi ini dijual keliling kampung dengan pikulan kayu dan sepeda.
“ Dengan sering berjualan di Pelabuhan Tanjung Perak melayani para pelaut bersandar. Pelanggan kami banyak. Dari sana, muncul ide produknya ‘Kapal Api’,” kata Soedomo.
Kapal Api tak secara langsung mengaspirasi simbol teknologi tertinggi dan kemewahan pada zaman itu. Inspirasi iini mengacu kepada kualitas dan menjadikan perusahaan maju pesat di Surabaya dan sekitarnya.
Soedomo bersama Indra dan Soetikno sering membantu penjualan kopi dengan sepeda untuk keliling kampung. Dengan ketelatenan, pemasaran kopi bubuk itu semakin sukses dan Kapal Api semakin dikenal.
© Dream
Sayangnya, usaha kopi pecah. Goe Soe Loet mendapatkan pabrik penggorengan kopi dan memilih produksi kopi yang dibantu oleh anak-anaknya, yaitu Soetikno, Indra, dan Soedomo.
Tahun 1979, Soedomo mendirikan perusahaan baru bersama saudaranya, Indra, mendirikan Santos Jaya Abadi. “ Itu perusahana yang didirikan dari awal, bukan warisan dari orang tua,” kata dia.
Kopi Kapal Api ini, lanjutnya, punya keunggulan pada kualitasnya. Produsen kopi ini meracik kopi-kopi terbaik khas daerah dengan takaran yang khas.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya