4 Provinsi Dipantau Imbas Pengunjung Pusat Perbelanjaan Membludak Jelang Lebaran

Reporter : Arini Saadah
Rabu, 19 Mei 2021 15:45
4 Provinsi Dipantau Imbas Pengunjung Pusat Perbelanjaan Membludak Jelang Lebaran
Efek libur Idul Fitri baru bisa dilihat dua hingga tiga minggu mendatang.

Dream – Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyebutkan efek libur lebaran Idul Fitri terhadap kenaikan kasus Covid-19 baru bisa dilihat setelah dua hingga tiga minggu mendatang. Selain mudik, salah satu yang jadi perhatian ada meningkatnya pengunjung di sejumlah pusat perbelanjaan menjelang lebaran. 

“ Efek libur Idul Fitri baru bisa dilihat dua hingga tiga minggu mendatang,” jelasnya dalam keterangan pers, di Graha BNPB, Jakarta, baru-baru ini. 

Jika dilihat dari trend perkembangan mobilitas penduduk ke pusat perbelanjaan, terlihat bahwa mobilitas masyarakat semakin meningkat di empat pulau di Indonesia menjelang Hari Raya Idul Fitri 2021. Kondisi ini dikhawatirkan bisa menyebabkan kenaikan kasus positif Covid-19 di Indonesia.

“ Trend perkembangan mobilitas penduduk ke pusat perbelanjaan di empat pulau di Indonesia, yaitu pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi,” tutur Prof Wiku Adisasmito.

1 dari 3 halaman

Trend Mobilitas ke Pusat Perbelanjaan

Ilustrasi© YouTube/BNPB Indonesia

Di keempat pulau tersebut terlihat trend mobilitas penduduknya mengalami peningkatan yang cukup signifikan dengan persentasenya antara 61 hingga 111 persen. Di pulau Jawa, trend mobilitas masyarakat ke pusat perbelanjaan paling tinggi terjadi di Jawa Tengah hingga 80 persen.

Sedangkan di pulau Sumatera kenaikan mobilitas tertinggi ada di Sumatera Barat mencapai 111 persen. Selanjutnya di Kalimantan terjadi di provinsi Kalimantan Utara sebesar 95 persen.

Terakhir untuk pulau Sulawesi, kenaikan tertinggi ada di Sulawesi barat hingga mobilitasnya mencapai 107 persen.

2 dari 3 halaman

Kenaikan Signifikan Terjadi Jelang Lebaran

Ilustrasi© Instagram/@lambe_turah

Adanya trend mobilitas ke pusat perbelanjaan ini, terjadi bertepatan dengan tradisi membeli baju lebaran pada akhir-akhir hari menjelang idul fitri yaitu tanggal 9 sampai 12 mei 2021.

“ Seperti diketahui bersama, terjadi laporan kerumunan yang cukup signifikan di pusat perbelanjaan yang terjadi di kota-kota besar, seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya,” tutur Prof Wiku.

Meskipun terjadi trend mobilitas hingga kerumunan di pusat perbelanjaan, namun data tersebut juga menunjukkan peningkatan kegiatan pada sektor ekonomi. Fenomena ini tentu tidak dapat terelakkan lagi pada periode menjelang hari raya Idul Fitri.

“ Pada prinsipnya pemerintah tidak bisa melarang kegiatan ekonomi untuk beroperasi, namun sadarilah kegiatan sosial ekonomi hanya dapat berjalan apabila kita bertanggungjawab terhadap diri sendiri dan orang lain dengan patuh terhadap disiplin protokol kesehatan,” terangnya.

3 dari 3 halaman

Perlunya Disiplin Protokol Kesehatan

Ilustrasi© Liputan6.com

Telah disebutkan oleh Satgas penanganan covid-19, bahwa kegiatan ekonomi tidak bisa dihindari. Namun perlu disadari bahwa para pelaku ekonomi perlu mematuhi protokol kesehatan.

Karena jika tidak disiplin, maka akan berimbas pada peningkatan kasus positif covid-19. Kemudian jika ini terjadi maka dikhawatirkan akan berimbas pada pembatasan kegiatan ekonomi.

“ Adanya tren mobilitas yang diikuti laporan kerumunan di pusat perbelanjaan menjelang hari raya perlu disikapi secara bijak oleh pemda. Dampak dari peningkatan mobilitas ini, diiringi dengan kenaikan yang juga terjadi di tempat wisata pada hari raya Idul Fitri, serta sekitar 1,5 juta penduduk Indonesia yang melakukan mudik, perlu diantisipasi dengan baik dengan penyiapan sumber daya manusia dan fasilitas penanganan covid-19 serta kesiapan melakukan 3T secara merata di masing-masing wilayah,” terangnya.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

 

Beri Komentar