Kabar Baik, Tunjangan Guru Madrasah Akan Dibayar April 2019?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 11 April 2019 17:20
Kabar Baik, Tunjangan Guru Madrasah Akan Dibayar April 2019?
Tinggal proses apalagi?

Dream – Kementerian Agama (Kemenag) memastikan tunjangan kinerja guru madrasah terutang akan dibayarkan pada tahun ini. Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Suyitno menyatakan tinggal menunggu hasil verifikasi dan validasi Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Pernyataan ini dilontarkan Kemenag untuk menjawab pertanyaan warganet tentang pembayaran tunjangan kinerja terutang guru PNS Kemenag.

“ Kami terus berupaya menyelesaikan tunjangan kinerja guru yang terutang. Tahun ini akan dibayarkan,” kata Suyitno di Jakarta, dikutip dari laman kemenag.go.id, Kamis 11 April 2019.

Menurut Suyitno, calon penerima tunjangan kinerja madrasah diperkirakan berjumlah 384.441 orang. Ribuan pegawai tersebut merupakan guru madrasah.

“ Proses ini diperlukan paling cepat selesai pertengahan April 2019,” kata dia.

Suyitno mengatakan daftar guru yang diajukan Kemenag telah melalui proses verifikasi dan validasi Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag.

“ Sesuai ketentuan, tukin guru terhutang ini akan dibayarkan bagi guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang masih aktif mengajar di madrasah,” kata dia.

Tunjangan PNS yang telah diverifikasi dibayarkan berdasarkan tunjangan profesi guru (TPG) yang diterima. Sementara guru yang bersertiifikat akan mendapatkan tunjangan 100 persen berdasarkan grade.

“ Tunjangan kinerja juga berlaku bagi PNS yang belum S-1,” kata dia.(Sah)

1 dari 3 halaman

Para Guru Ini Takkan Terima Tunjangan Kinerja

Suyitno menambahkan, tunjangan kinerja takkan diberikan pada seluruh guru. Ada 3 kriteria untuk para guru tersebut tyaitu guru yang bukan PNS, guru yang sedang menjalani cuti di luar tanggungan negara, guru yang diberhentikan sementara dan dinonaktifkan berdasarkan perundang-undangan, dan guru yang diperbantukan/diperkerjakan pada badan/instansi lain di luar lingkungan Kementerian Agama.

Tunjangan kinerja juga tidak akan diberikan kepada guru yang dikenakan hukuman disiplin Pemberhentian Dengan Hormat Tidak Atas Permintaan Sendiri (PDHTAPS), Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH), atau dalam proses keberatan atas kedua hukuman disiiplin tersebut ke Badan Pertimbangan Kepegawaian, serta guru yang sedang menjalani hukuman penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap; atau ditahan aparat hukum karena dugaan tindakan pidana.

“ Sementara sesuai dengan juknis, penghitungan tukin terhutang dimulai dari November 2015 hingga Desember 2018,” kata dia.

2 dari 3 halaman

Mengapa Harus Diverifikasi dan Divalidasi?

Verifikasi validasi yang dilakukan BPKP untuk melihat data dukung guna penetapan penerima tukin, yang diantaranya meliputi data rekam absen, rekap perhitungan tunjangan kinerja, surat keterangan ketidakhadiran beserta alasan, misal tidak hadir karena sakit, tidak hadir karena dinas luar, dan sebagainya.

“ Semua dokumen yang dilampirkan itu adalah berkas kelengkapan absensi sejak November 2015 hingga Desember 2018,” kata dia.

Masing-masing data guru tersebut menurut Suyitno diteliti satu per satu. Sebagai gambaran, tim verifikasi dan validasi melihat laporan kehadiran masing-masing guru selama 38 bulan. Mulai dari November 2015 hingga Desember 2018.

Ia berharap proses verifikasi dan validasi dapat selesai secepatnya sehingga pihaknya dapat melanjutkan ke tahapan selanjutnya.”Proses selanjutnya kita akan melakukan proses konsinyering data hasil verifikasi dan validasi dengan BPKP, yang kemudian data akhirnya akan disampaikan ke Dirjen Anggaran sebagai lampiran pengajuan anggaran,” kata Suyitno.

Usai pengajuan anggaran, Kemenag akan menunggu Kementerian Keuangan untuk memasukkan anggaran tunjangan kinerja kepada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Dirjen Pendidikan Islam. “ Di sana akan ada proses revisi DIPA pada satker-satker di lingkungan Dirjen Pendidikan Islam. Setelah proses revisi selesai, maka masing-masing satker dapat melakukan pencairan tunjangan kinerja guru,” ujar Suyitno.

3 dari 3 halaman

Optimistis Bisa Cair Tahun Ini

Meskipun langkah pencairan tunjangan kinerja masih cukup panjang, Suyitno mengaku optimis pihaknya dapat menyelesaikan pembayaran tunjangan kinerja terhutang di tahun anggaran 2019 ini. Untuk itu, Direktorat GTK Madrasah juga akan terus memperbaharui info terkait proses penyelesaian tunjangan kinerja terhutang di laman https://gtkmadrasah.kemenag.go.id/.

Sementara bagi masyarakat, khususnya guru madrasah yang ingin berkonsultasi atau menyampaikan pengaduan terkait tunjangan kinerja guru, dibuka jalur WhatsApp di nomor: 0811-9343-493.

“ Atau untuk lebih mudah, para guru dapat menanyakan perkembangan ini kepada Kepala Madrasah, Kasi Pendidikan Madrasah pada Kankemenag dan Kanwil, Kabid Pendidikan Madrasah, atau bahkan Kakanwil pada provinsinya. Mereka juga terus kami update perkembangannya,” kata dia.(Sah)

Beri Komentar