Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ada Satu Indeks Sektoral Yang Menjadi Motor Perdagangan Hari Ini.
Dream - Menyambut akhir pekan, indeks acuan saham syariah bergerak berlawanan dengan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup melemah. Meski sempat tertekan aksi jual, dua indeks syariah menutup perdagangan di zona hijau.
Laju indeks saham syariah tertahan setelah nilai transaksi perdagangan sedikit lemas. Volume perdagangan meningkat hanya pada saham-saham lapis dua.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 9 Maret 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menanjak 0,473 poin (0,25%) ke level 190,232. Indeks ini bergerak fluktuatif setelah dibuka menguat di level 190,443.
Gerak positif juga dicetak indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang menguat 1,969 poin (0,26%) ke level 748,106.
Volume transaksi perdagangan saham syariah tercatat meningkat pada saham-saham ISSI. Sebanyak 63,73 juta saham syariah menjadi sasaran aksi jual beli investor dengan nilai transaksi Rp4,08 triliun.
Lesunya perdagangan saham justru terjadi pada bluechips syariah. Hanya 14,91 juta saham unggulan syariah yang diperdagangkan dengan nilai transaksi turun menjadi Rp2,45 triliun.
Investor asing masih belum mengurangi aksi jual saham syariah. Nett sell asing pada saham syariah mencapai Rp378 miliar dan bluechips syariah tercatat Rp296 miliar.
Indeks saham sektor industri dasar memimpin laju penguatan usai naik 1,12 persen. Disusul pertanian, properti, dan infrastruktur masing-masing, 0,80 persen, 0,51 persen, dan 0,27 persen.
Sementara indeks sektoral yang mengalami koreksi adalah industri aneka yang melemah 0,90 persen, barang konsumsi 0,61 persen, dan keuangan 0,26 persen.
Emiten-emiten JII pencetak top gainer didhuni LPPF yang harga sahamnya naik Rp500, TPIA Rp325, UNTR Rp250, ICBP Rp200, dan INDF Rp200.
Sebaliknya, harga saham UNVR terkoreksi Rp650, SMGR Rp175, AKRA Rp150, ASII Rp75, dan LSIP Rp50.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS justru perkasa. Kurs rupiah terhadap dolar AS naik 45 poin (0,33%) ke level Rp13.771 per dolar AS.
(Sah)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya