Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Dua Indeks Syariah Menutup Oktober Dengan Kinerja Yang Positif.
Dream - Indeks syariah melanjutkan laju penguatannya. Dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kembali bertengger di level 6000, dua indeks syariah kompak bergerak menguat sepanjang perdagangan Burs Efek Indonesia (BEI), Selasa 31 Oktober 2017.
Motor penggerak laju bursa saham Indonesia masih mendapatkan amunisi pendorong dari aksi beli pemodal asing. Namun nett buy asing pelan-pelan mulai berkurang dan hanya menyasar saham-saham bigcaps.
Pada sesi penutupan perdagangan harian BEI, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), menguat 0,262 poin (0,14%) ke level 185,852. Indeks ini melaju seharian di zona hijau setelah dibuka menanjak di level 187,640. Level tertinggi yang bisa disentuh ISSI berada di 187,694.
Dengan sokongan aksi beli asing pada saham-saham bluechips syariah, indeks Jakarta Islamic Index (JII) juga naik 2,660 poin (0,37%) ke level 728,690.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini memang mengalami penurunan secara volume. Namun nilai transaksinya meningkat menjadi Rp5,44 triliun dengan 58,84 juta saham yang beralih tangan.
Aksi beli pemodal asing berhasil memasukan dana segar senilai Rp53,87 miliar pada saham-saham bluechips syariah. Namun di jajaran saham ISSI, asing sudah mulai membukukan nett sell tipis sekitar Rp46 miliar.
Tiga indeks sektoral menjadi motor penggerak perdagangan dipimpin industri dasar yang menguat 2,00 persen, barang konsumsi 1,23 persen, dan manufaktur 1,17 persen.
Ada empat indeks sektoral yang melemah, yaitu infrastruktur 0,71 persen, perdagangan 0,22 persen, industri aneka 0,08 persen, dan pertambangan 0,07 persen.
Emiten-emiten keping biru syariah top gainer yang menjadi lirikan investor adalah TPIA yang harga sahamnya meroket Rp1.850, UNTR Rp575, UNVR Rp450, AKRA Rp200, dan SMGR Rp125.
Sebaliknya, top loser bluechips syariah kali ini dihuni saham AALI yang harganya turun Rp100, LPPF Rp75, TLKM Rp50, WSKT Rp30, dan ICBP Rp25.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat seharian. Kurs rupiah terhadap dolar AS ditutup naik 50 poin (0,37%) ke level Rp13.532 per dolar AS.(Sah)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
