Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Pengawal Presiden Amerika Serikat Mengaku Sedang Krisis Keuangan. (Foto: The Star)
Dream – Satuan khusus pengamanan presiden Amerika Serikat, US Secret Service, tengah menghadapi krisis anggaran. Badan ini harus membayar uang lembur anggotanya yang membengkak akibat meningkatnya jam kerja mengawal Presiden Donald Trump, menjaga banyak rumahnya, serta keluarga besarnya.
Dilansir The Star, Selasa, 22 Agustus 2017, Kepala US Secret Services, Randolph Ailes, mengatakan ada 1.100 agen yang harus dibayar dengan gaji dan upah lembur yang tinggi karena jam kerja membengkak. Mereka harus bekerja melebihi kewajibannya menjaga Presiden AS.
Belum lagi beban kerja para anggota agen rahasia AS ini bertambah dengan adanya pertemuan 150 kepala negara pada Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat.
“Masalah ini bukanlah masalah yang bisa dikaitkan dengan persyaratan perlindungan pemerintah saat ini, namun menjadi isu yang terus berlanjut selama hampir satu dekade karena peningkatan tempo operasional secara keseluruhan,” kata Ailes.
Terkait pengawalan Trump, Ailes mengatakan presiden AS satu ini selalu bepergian di hampir setiap akhir pekan ke sejumlah propertinya di Florida, New Jersey, dan Virginia. Meski perjalanan tersebut bersifat pribadi, Trump harus tetap dikawal.
Pekerjaan mereka bertambah banyak karena harus mengawal anak-anak Trump yang sudah dewasa setiap kali dalam perjalanan bisnis maupun liburan mereka.
Secara keseluruhan, ada 42 orang dekat Trump yang mendapat fasilitas perlindungan US Secret Service. Ini termasuk 18 anggota keluarga Trump.
“Presiden memiliki keluarga besar dan tanggung jawab kami diwajibkan oleh hukum. Saya tidak bisa mengubahnya, saya tidak memiliki fleksibilitas,” kata Ailes.
Saat ini, kata Ailes, pihaknya tengah berusaha menaikkan anggaran untuk gaji dan upah lembur anggotanya dari US$160 ribu (Rp2,13 miliar) menjadi US$187 ribu (Rp2,49 miliar) per tahun.(Sah)
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS