Deg-degan di Sesi Pagi, Indeks Syariah Melesat Jelang Penutupan

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 10 Juli 2019 16:50
Deg-degan di Sesi Pagi, Indeks Syariah Melesat Jelang Penutupan
Sektor industri jadi favorit investor.

Dream - Indeks saham syariah di pasar modal Indonesia melesat jelang menit-menit terakhir penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 10 Juli 2019. Padahal di awal sesi pagi, indeks bergerak fluktuatif cenderung lemah.

Kondisi pasar regional yang cenderung bergerak naik dipersepsi investor domestik sebagai sentimen positif jelang pertemuan The Federal Reserves. Tren naik jangka menengah turut menambah amunisi investor. 

Penguatan di pertengahan pekan ini terjadi di tengah tekanan yang terjadi pada pasar keuangan domestik. Kurs rupiah sore ini bergerak melemah. 

Pada 16.04, rupiah melemah terhadap dolar AS. Kurs mata uang Paman Sam meningkat 43 poin (0,30%) ke level Rp14.123.

Dari pasar modal Indonesia, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) bergerak menguat 0,750 poin (0,40%) ke level 187,766. Laju ISSI membuka sesi pembukaan dengan menanjak ke level 187,167.

Sepanjang sesi pagi, laju ISSI bergerak flutuatif cenderung melemah. ISSI berulang kali bolak-balok zona merah. Laju positif baru terjadi di sesi siang. Meski awalnya naik terbatas, ISSI langsung tancap gas jelang sesi penutupan. 

Tekanan besar terjadi pada indeks keping syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang baru bisa keluar dari tekan di menit terakhir perdagangan. Dibuka melemah dan berada di zona merah hingga sejam sebelum penutupan, indeks JII akhir menutup perdagangan dengan menguat 3,520 poin (0,51%) ke level 696,036.

Penguatan juga dicetak indeks JII70 yang menanjak 1,142 poin (0,50%) ke level 229,562.

Sentimen positif dari laju penguatan bursa regional mendoorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ikut terangkat 22,360 poin (0,35%) ke level 6.410,683.

1 dari 5 halaman

Saham Industri Jadi Incaran

Sembari menanti sinyal The Fed, investor ramai-ramai membeli saham, terutama di sektor industri aneka, properti, dan industri dasar.

Ketiga indeks ini menguat masing-masing sebesar 2,16 persen, 1,09 persen, dan 0,86 persen.

Indeks sektor pertanian melorot 1,18 persen, infrastruktur 0,55 persen, dan barang konsumsi 0,18 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah BRAM yang harga sahamnya naik Rp1.750, UNTR Rp300, KJEN Rp280, AKRA Rp270, dan INTP Rp250.

Sebaliknya, harga saham SCCO terkoreksi Rp225, AALI Rp200, PCAR Rp160, EPMT Rp110, dan BRPT Rp80. 

2 dari 5 halaman

Indeks Syariah Berbalik Menguat, Saham Infrastruktur Favorit

Dream - Indeks bursa saham syariah berbalik menguat setelah mengawali perdagangan awal pekan ini di zona negatif. Investor berubah arah melakukan aksi beli saham terutama di sektor infrastruktur yang mencatat penguatan tinggi.

Penutupan positif indeks syariah ini terjadi saat Bursa Efek Indonesia (BEI) kedatangan empat emiten baru yang listing serempak. Keempat emiten baru tersebut adalah The Eastparc Hotel Tbk (EAST), PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI), PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk (LIFE), dan PT DMS Propertindo Tbk (KOTA).

Dikutip dari data perdagangan BEI, Selasa 9 Juli 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) merangkak naik 0,913 poin (0,49%) ke level 187,016. ISSI langsung tancap gas di awal perdagangan saat menguat ke level 186,250 di sesi pra-pembukaan.

Memulai sesi pembukaan, ISSI masih terus bergerak naik dan sempat menembus level tertinggi di 187,241. Sepanjang perdagangan ISSI bergerak menguat

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga tak mau tinggal diam. Indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini naik 3,677 poin (0,53%) ke level 692,516. Begitu pula dengan Indeks JII70 yang naik 1,311 poin (0,58%) ke level 228,420.

Kembalinya aksi beli saham membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beralih zona. IHSG hari ini naik 36,496 poin (0,57%) ke level 6.388,323.

3 dari 5 halaman

Investor Getol Beli Saham Infrastruktur dan Industri Dasar

Aksi beli saham paling banyak terjadi di sektor infrastruktur dan industri dasar. Kedua sektor ini menguat masing-masing sebesar 1,34 persen dan 1,06 persen.

Sebaliknya indeks sektor pertambangan merosot 0,68 persen, barang konsumsi 0,13 persen, dan industri aneka 0,08 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah INTP yang harga sahamnya menanjak Rp900, BRAM Rp500, UNTR Rp400, STTP Rp340, dan AALI Rp225.

Sebaliknya, top losser saham syariah dihuni PTSP yang turun harga Rp1.450, PCAR Rp210, CPIN Rp200, FISH Rp200, dan GMTD Rp200.

Dari pasar keuangan, nilai tukar rupiah pada perdagangan pukul 16.17 WIB bergerak menguat terhadap dollar AS. Mata uang negeri Paman Sam itu turun 28 poin (0,19%) ke level Rp14.072 per dolar AS.

4 dari 5 halaman

Was-Was Tunggu Hasil The Fed, Indeks Syariah dan IHSG Melemah

Dream - Indeks syariah kompak melemah pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin 8 Juli 2019. Sentimen negatif dari regional dan global membuat investor menjauh dari lantai bursa.

Koreksi pada saham-saham sektor pertambangan turut menggerus kinerja indeks saham di pasar modal Indonesia. Begitu pula dengan kurs rupiah yang terkena imbas pelemahan.

Investor sepertinya tersulut oleh kecemasan pelaku pasar dunia yang mulai was-was bank sentral The Federal Reserves kemungkinan membatalkan penurunan suku bunga acuannya. Sentimen ini berimbas pada bursa Asia.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan awal pekan dengan koreksi 0,558 poin (0,29%) ke level 186,103. ISSI langsung jatuh ke zona negatif sejak sesi pra pembukaan perdagangan.

Di sesi pembukaan, ISSI masih tak punya amunisi untuk bergerak menguat. ISSI dibuka melemah di level 168,524 dan hanya bisa menyentuh level tertinggi di teritori negatif di 186,668.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga tak kuasa menahan aksi jual investor dengan turun 1,884 poin (0,27%). Indeks JII70 melorot 0,770 poin (0,34%) ke level 688,039.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini mencatat koreksi 21,650 poin (0,34%) ke level 6.351,827.

5 dari 5 halaman

Laju Rupiah Tertahan Dolar AS

Investor melepas sahamnya di sektor pertambangan, barang konsumsi, dan properti. Ketiga indeks ini melemah masing-masing sebesar 1,08 persen, 0,90 persen, dan 0,65 persen.

Penguatan indeks industri aneka sebesar 1,8 persen dan pertanian 0,55 persen tak cukup kuat menahan laju pelemahan perdagangan.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah BRAM yang harga sahamnya melesat Rp1.700, TCID Rp350, BALI Rp265, GMTD Rp200, dan KJEN Rp180.

Sebaliknya, harga saham UNTR terkoreksi Rp725, ITMG Rp500, SMGR Rp375, POLU Rp265, dan MAPA Rp225.

Pada pukul 16.20, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah. Kurs dolar merangkak 36 poin (0,25%) ke level Rp14.106 per dolar AS.

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone