Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo (Jokowi) Meresmikan Bank Wakaf Mikro Di Pondok Pesantren An Nawawi Tanara Di Serang, Banten. (Foto: Dream.co.id/Ilman Nafian)
Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan bank wakaf mikro (BMW) di Pesantren An Nawawi Tanara, Serang Banten. BWM di Pesantren An Nawawi Tanara ini merupakan yang ketiga diresmikan langsung oleh Presiden.
" Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, saya resmikan Bank Wakaf Mikro An Nawawi Tanara,” kata Jokowi di Serang, Rabu 14 Maret 2018.
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Ma’ruf Amin, mengatakan bank wakaf di pondok pesantren ini sudah punya ratusan nasabah. Rata-rata pinjamannya sebesar Rp1 juta.
“ Nasabahnya sudah ada 200,” kata Ma’ruf.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso, mengatakan BWM di ponpes ini merupakan yang ketiga kalinya diluncurkan.
Pada Oktober 2017 lalu, Bank Wakaf Mikro KHAS Kempek di Cirebon telah diresmikan. Selang sepekan yang lalu, Bank Wakaf Mikro Al Fithrah Wava Mandiri di Surabaya juga baru beroperasi.
Wimboh berharap, pengembangan BWM di lingkungan pesantren dapat menjadi quick wins dalam pengembangan keuangan syariah nasional yang dapat mendukung pengembangan ekonomi syariah jangka menengah panjang yang berkesinambungan.
Bank Wakaf Mikro juga diharapkan bisa menyediakan akses permodalan atau pembiayaan bagi masyarakat yang belum terhubung dengan lembaga keuangan formal khususnya di lingkungan pondok pesantren yang saat ini jumlahnya mencapai lebih dari 28 ribu pondok pesantren di berbagai penjuru Tanah Air.
“ Program BWM ini dapat direplikasi pembentukannya dan diperluas cakupan wilayah pendiriannya, serta dapat menjangkau nasabah lebih banyak, sehingga dapat menjadi basis perluasan akses pembiayaan dan pemberdayaan ekonomi umat,” kata dia.
Pada kesempatan ini, diluncurkan juga beberapa lembaga pemberdayaan umat lainnya seperti LEUmart dan Koperasi Mitra Santri Nasional (KMSN). Wimboh mengatakan agar ke depan sinergi BWM, LEUmart dan KMSN dapat menjadi model sinergisasi lembaga-lembaga pemberdayaan ekonomi umat di Indonesia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya