Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Lee Thiam Wah, Penyandang Disabilitas Yang Sukses Jadi Pengusaha Minimarket. (Foto: World Of Buzz)
Dream – Keterbatasan fisik bukan penghalang orang untuk meraih sukses. Tak hanya di bidang pendidikan, seorang difabel juga bisa sukses dalam dunia bisnis. Tak percaya? Lihat saja, Lee Thiam Wah.
Dilansir dari World of Buzz, Sabtu 3 Februari 2018, pria kelahiran 1954 ini punya bisnis ritel, 99 Speedmart. Kini, dia punya 1.000 toko 99 Speedmart di Malaysia.
Ya, pria ini mengidap polio sejak bayi. Penyakit ini membuatnya tidak bisa berdiri dan mengandalkan bantuan kursi roda. Pendidikannya harus terhenti di kelas 6 sekolah dasar (SD). Sekolahnya terlalu jauh untuk berangkat dengan kursi roda.
Tak hanya sebagai seorang penyandang disabilitas, Lee juga terlahir dari keluarga yang miskin. Ayahnya seorang kuli bangunan dan ibunya seorang pedagang kecil. Jadi, keluarganya tidak punya penghasilan yang tinggi. Orang tuanya harus bekerja keras untuk menghidupi 10 orang anaknya. Lee dan saudara-saudaranya diasuh oleh sang nenek
Apakah kemiskinan dan keterbatasan fisik membuatnya patah arang?
Tidak.
Pria ini memutuskan untuk merintis usaha kecil-kecilan, yaitu berjualan camilan. Neneknya terus mendorong cucunya untuk tidak putus asa.
“ Nenek memberi tahu saya: kamu memang secara fisik cacat, tapi tidak untuk mental. Kamu cerdas dan bisa menggunakan kedua tangan untuk berbuat hal yang lebih banyak. Kami perlu bebas dan menemukan jalan hidup atau nanti akan tertinggal jauh,” kata Lee sambil mengenang ucapan nenek, ketika diwawancarai The Star.
© Dream
Dia berkata ucapan sang nenek melekat di kepala. Lee menjadi bersemangat untuk berusaha. Hasil penjualannya ditabung sedikit demi sedikit.
Setelah merasa cukup, Lee membuka toko kelontong pertama ketika berusia 23 tahun di Klang. Nama tokonya, Pasar Raya Hiap Hoe. Bisnisnya berkembang pesat karena pelayanannya ramah, harga bersaing, dan beraneka jenis barang yang dijual.
Lima tahun bisnisnya berjalan, Lee ingin mengembangkan bisnisnya. Dia menjual toko kelontong seharga 88 ribu ringgit (Rp304,31 juta) dan menggunakan uang penjualan toko untuk membuat minimarket. Dia menyasar konsumen berpenghasilan rendah dan buruh migran, tetapi bisnisnya terus berkembang.
Minimarket Lee ini berganti nama menjadi 99 Speedmart pada 2000. Lee berkata angka 99 dipilih karena merasa dirinya tidak sempurna. Plus, dia dan karyawannya berkewajiban untuk memberikan produk dan layanan terbaik bagi konsumen.
“ Angka 99 juga mengingatkan kami masih ada ruang untuk berkembang,” kata dia.
Meskipun menjadi seorang difabel, Lee berhasil membuktikan bahwa penyandang disabilitas juga bisa sukses. Dia berencana untuk menambah ritelnya menjadi 2.000 toko di seluruh Malaysia. Satu prinsip yang dia pegang ketika berbisnis adalah keterbatasan seseorang adalah diri orang itu sendiri.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya