Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Sahabat Dream, Apakah Konsentrasi Kalian Sering Terpecah Ketika Bekerja?
Dream – Memiliki ruangan kerja yang nyaman dan sepi merupakan dambaan setiap karyawan. Apalagi jika Sahabat Dream termasuk tipe orang yang membutuhkan konsentrasi tinggi saat bekerja.
Ukuran dan suasana ruangan memang bisa membuat kamu lebih berkonsentrasi dalam bekerja.
Makanya, tak heran jika ada keinginan untuk berteriak kepada rekan, “ Tinggalkan saya sendirian” supaya bisa konsentrasi kerja. Tapi, cara ini akan menimbulkan reaksi negatif dari rekan kerja kan?
Dilansir The Muse, ada tiga cara yang lebih halus supaya konsentrasi tidak buyar saat bekerja karena ruangan kerja terlalu ramai.
Gunakan headphone atau earplug
Jika jengah dengan suasana kantor yang terlalu ramai, lebih baik ambil headphone untuk mendengarkan lagu supaya terbebas dari suara-suara gaduh.
Jika ada seseorang yang ingin mengajak Anda berbicara, tataplah sejenak dan tunjukkan ke arah dia. Anda sedang mendengarkan musik, atau berikan tanda Anda terganggu oleh keramaian suasana kantor.
Ubah Waktu Makan
Jika perusahaan memberikan waktu makan siang pada pukul 13.00 setiap hari, akan ada keriuhan pada jam 12.00-14.00. Tentu saja Anda tidak mau mendapatkan reputasi antisosial, terlebih jika tim kerja Anda sering makan siang bersama. Ubah waktu makan Anda dan sering-seringlah makan bersama rekan kerja.
Jangan Menatap
Membuat kontak mata dengan rekan kerja bisa membuat konsentrasi Anda terpecah. Tak percaya? Misalnya A menyapa Anda dan Anda balas menyapa. Percakapan pun tidak hanya terpaku di sini.
Bisa jadi percakapan merembet ke pertanyaan “ burger apa yang paling enak?” atau “ mau makan malam di mana?” Jika benar-benar ingin fokus terhadap pekerjaan, hindari percakapan seperti ini.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam