Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi
Dream - Persaingan tiga negara -Inggris, Malaysia, dan Uni Emirat Arab (UEA)- untuk menjadi pusat keuangan syariah dunia semakin memanas. Masing-masing negara berupaya menyuguhkan layanan terbaik bagi perusahaan atau pemerintahan yang ingin terjun ke pasar syariah.
Pemerintah Inggris mengaku tengah membangun sejumlah sarana infrastruktur untuk mengembangkan keuangan Islam melalui peraturan di bidang asuransi, sukuk, hipotek. Strategi ini diharapkan akan mempermudah langkah Negeri Ratu Elizabeth ini untuk menjadi pusat keungan Islam di Barat.
" Kami kira keuangan Islam menjadi pasar potensial baru yang terus tumbuh dan kami ingin menjadi bagian dari itu," kata sekretaris ekonomi untuk departemen keuangan, Andrea Leadsom, mengatakan kepada Gulf News seperti dikutip Dream dari laman Zawya.
Menurut Leadsom, pemerintah Inggris saat ini dianggapnya sudah melangkah di arah yang tepat untuk menuju pasar keuangan Islam.
Setelah menjadi tuan rumah World Islamic Forum pada tahun lalu, Inggris kemudian menerbitkan sukuk senilai 200 juta pounds. Sukuk ini menempatkan Inggris sebagai negara non muslim pertama yang menerbitkan surat utang syariah.
" Sukuk itu sukses besar. Kami berusaha menyebarkannya di seluruh dunia Islam. Kami anggap itu sebagai komitmen Inggris dalam mendukung pembangunan pasar keuangan Islam," kata Leadsom.
Sukuk pertama Inggris tersebut terbukti mencatat sukses besar. Laju penawaran calon pembeli mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 12 kali. Ini menandakan betapa besarnya minat bank-bank sentral dan perusahaan pengelola dana global.
Meski mencetak sukses besar, pemerintah Inggris menegaskan tidak mempunyai rencana untuk menerbitkan sukuk lagi. Mereka hanya ingin lebih banyak lagi perusahaan dan pemerintah dari negara lain untuk menerbitkan sukuk.
Sebagai pusat keuangan global, London telah menarik sejumlah besar bisnis Islam. Lebih dari US$ 34 triliun hingga 2013 dalam bentuk sukuk telah dilepas di London Stock Exchange.
Namun persaingan dari kota-kota dimana dana Islami berasal semakin meningkat. Kuala Lumpur sedang membangun pamornya sebagai pusat bagi perusahaan asing dalam menerbitkan sukuk di luar pasar domestik mereka. Sementara Dubai telah merevisi peraturannya untuk menarik penerbit sukuk dan perdagangan. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam