Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Dream - Aksi belanja pelaku pasar jelang penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) membawa indeks saham syariah menembus zona hijau. Dibuka menguat, emiten syariah sempat tergelincir masuk teritori negatif.
Kondisi ini berbeda dengan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang justru nyaman di zona hijau. Saham-saham perbankan menyelamatkan IHSG dari tekanan pasar.
Pada penutupan perdagangan BEI, Jakarta, Jumat, 31 Oktober 2014, IHSG menguat 30,69 poin (0,61%) ke level 5.089,54. IHSG yang sempat bergerak flat melompat tinggi jelang penutupan perdagangan.
Sentimen kebijakan stimulus pemerintah Jepang tampaknya membuat pelaku pasar cukup optimis melakukan aksi beli. Apalagi, Wall Street kemarin juga ditutup menguat.
Pelaku pasar tercatat melakukan aksi jual beli terhadap 40,59 juta saham dengan nilai Rp 5,52 triliun.
Pemodal asing kembali melakukan aksi beli dengan dana yang lebih besar. Asing membukukan nett buy sekitar Rp 325 miliar.
Sebanyak 184 emiten memilih beranjak ke zona hijau jelang libur akhir pekan ini. Sayangnya 135 emiten lainnya masih tak kuasa keluar dari tekanan dan bergerak melemah.
Hingga sesi paska penutupan, tercatat hanya dua indeks sektor saham yang bergerak melemah. Kedua sektor itu adalah emiten industri aneka yang melemah 1,39 persen dan perdagangan 0,07 persen.
Penguatan IHSG kali ini ditopang emiten pertambangan yang menguat 1,6 persen dan keuangan 1,11 persen.
Di saat IHSG mampu bertahan di zona hijau, dua indeks saham syariah justru harus bekerja keras untuk keluar dari teritori negatif.
Sempat tergusur ke zona merah di level terenda 162,35, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini ditutup menguat 0,76 poin (0,47%) ke level 163,41.
Dominasi penguatan harga saham mewarnai ISSI sore ini usai 117 emiten bergerak menghijau. Sementara 81 lainnya melemah dan 49 emiten memilih stagnan.
Saham-saham syariah yang diperdagangkan pelaku pasar mencapai 32,98 juta saham senilai Rp 3,9 triliun.
Di jajaran saham bluechips syariah, tercatat 19 emiten menutup perdagangan di zona hijau. Kenaikan ini membuat indeks Jakarta Islamic Index (JII) ditutup menguat 3,62 poin (0,54%) ke level 670,44.
Sama dengan ISSI, indeks JII juga sempat melemah ke zona merah. JII bahkan mencapai level terendah di 665,38.
Dari kawasan regional, indeks saham Nikkei Jepang berpesta-pora dengan menguat 4,83 persen. Sentimen stimulus membuat Nikkei melayang.
Laju positif juga dialami indeks Hang Seng Hong Kong yang menguat 1,25 persen dan Kospi Korea Selatan 0,28 persen.
Pasar keuangan juga mengakhiri perdagangan di zona positif. Kurs rupiah sore ini menguat 52 poin (0,43%) menjadi 12.030 per dolar AS. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam