Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Siapa Negara Yang Kucurkan Dana Terbanyak Untuk Startup Muslim?
Dream – Ekonomi digital berkembang pesat saat ini. Sejumlah perusahaan rintisan (startup) terus menjamur, tak terkecuali startup yang berusaha menyasar kebutuhan hidup masyarakat Muslim.
Sayangnya, riuh bisnis yang tengah booming ini belum banyak dikembangkan negara-negara muslim. Hanya segelintir negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang menaruh perhatian besar pada bisnis ini.
Dilansir dari laporan terbaru Financing Islamic Economy Startup yang dikutip dari laman Salaam Gateway, Kamis 24 November 2016, investasi negara muslim pada bisnis startup islami pada tahun 2015 baru mencapai US$467 juta (Rp6,31 triliun).
Jumlah itu sangat kecil dibandingkan pembiayaan bisnis startup global yang sudah menyentuh US$261,2 miliar (Rp35,32 triliun) pada 2015. Nilai investasi dari investor negara OKI hanya 1,7 persen dari kue besar tersebut.
Dari investasi sebesar Rp6,31 triliun yang paling banyak mendanai startup Muslim adalah investor dari negara Timur Tengah dan Afrika Utara (Middle East and North Africa/MENA), Malaysia, dan Turki.
Investasi yang dikucurkan oleh penanam modal dari negara-negara di kawasan jazirah Arab ini sebesar US$149 juta (Rp2,09 triliun) pada tahun 2015 yang terdiri atas US$123 juta (Rp1,66 triliun) investasi yang diberikan oleh perusahaan modal ventura, US$2 juta dari akselerator bisnis, dan US$23 juta (Rp311,08 miliar) dari investasi crowdfunding.
Negara kedua adalah Malaysia. Dana yang dikucurkan penanam modal dari Malaysia untuk startup Muslim sebesar US$106 juta (Rp1,43 triliun). Angka ini terdiri atas US$104 juta (Rp1,4 triliun) dari modal ventura, US$540 ribu (Rp7,3 miliar) dari akselerator, dan US$1,4 juta (Rp18,93 miliar) dari investasi crowdfunding.
Yang ketiga adalah negara Turki. Investasinya sebesar US$35 juta (Rp473,38 miliar) yang terdiri atas US$34 (Rp459,85 miliar) dari modal ventura, US$600 ribu (Rp8,11 miliar) dari akselerator, dan US$500 ribu (Rp6,72 miliar) dari crowdfunding.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam