Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tak Jarang, Wawancara Kerja Membuat Pelamar Kerja Menjadi Gugup.
Dream – Kalau boleh berkata jujur, proses mencari pekerjaan terbilang mengerikan. Salah satunya adalah wawancara kerja. Seorang pelamar harus bertarung melawan ratusan mungkin ribuan pelamar untuk satu posisi.
Untuk bisa unggul, pelamar harus memberikan yang terbaik, mulai dari CV menarik, cara berkomunikasi, sampai sikap yang profesional. Namun, tak jarang kegugupan memorak-porandakan semua yang telah dipersiapkan untuk wawancara kerja.
Tanpa sadar kegugupan membuat pelamar kerja mengucapkan kata-kata “ terlarang” saat wawancara kerja.
Sekadar catatan, komunikasi verbal adalah kendala terbesar yang menjegal pencari kerja dalam wawancara. Ada satu kata yang salah terucap, perusahaan tak segan mendepak dia dari daftar kandidat.
Dilansir dari CheatSheet, Sabtu 22 April 2017, ada empat kata-kata yang seharusnya dihindari saat wawancara kerja berlangsung.
Pertama adalah umpatan. Jangan sampai kata-kata umpatan ini terlontar dari ucapan ketika wawancara kerja sedang berlangsung, terlebih ketika mendeskripsikan tempat kerja sebelumnya. Mengumpat ini juga menandakan pelamar kerja tidak profesional, terlebih dalam menjaga tutur kata.
Kedua, kata yang harus dihindari selanjutnya adalah “ selalu”. Sadar atau tidak, kata ini kerap terlontar dari mulut pencari kerja untuk memaparkan keunggulannya. Menggunakan kata “ selalu” sama saja dengan mengirimkan sinyal merah kepada perusahaan bahwa kandidat tidak bisa selalu berada di posisi atas. Pakar karier, Chrissy Scivicque, menyarankan pelamar kerja menghindari kata ini selama wawancara berlangsung. Misalnya, kalimat “ Saya melampaui semua target triwulanan pada tahun lalu” lebih baik daripada “ Saya selalu melampui semua target penjualan”.
Ketiga, kata yang sebaikan tak dipakai saat wawancara kerja adalah “ tidak pernah”. Sama dengan kata “ selalu”, penggunaan kata “ tidak pernah” membuat perusahaan bertanya-tanya dan meragukan kandidat ketika menggambarkan kelebihannya.
Kata yang terakhir adalah “ saya tidak tahu”. Ingat, pewawancara kerja ini sebenarnya tidak mencari jawaban yang benar dari kandidat, tetapi mengukur kemampuan dia untuk mencari alasan dan berpikir kritis. Jadi, lebih baik ungkapkan bagaimana cara mengatasi sebuah masalah atau pengalaman menangani sesuatu pada masa lalu daripada menyerah terhadap suatu pertanyaan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya