Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tyovan Ari Widagdo Pernah Magang Di Google. (Foto: Maxmanroe.com)
Dream – Majalah Forbes kembali merilis daftar orang berpengaruh di dunia berusia di bawah 30 tahun. Dalam edisi “ 30 Under 30 Forbes Asia 2017”, salah satu sosok paling berpengaruh itu adalah Tyovan Ari Widagdo, pemuda asal Wonosobo, Jawa Tengah, Indonesia.
Dilansir dari Forbes, Jumat, 21 April 2017, Tyovan merupakan founder aplikasi Bahaso. Aplikasi ini merupakan platform bagi orang Indonesia yang ingin belajar bahasa asing.
Pada 2015, dia menggalang dana US$500 ribu (Rp6,6 miliar) untuk merilis aplikasi seluler ini. Setahun setelah diluncurkan, Bahaso telah diunduh sekitar 100 ribu pengguna.
Sebagai seorang wirausaha dan insinyur di bidang piranti lunak, selain Bahaso, Tyovan juga merilis Vemobo. Nah, Vemobo, yang merupakan karya pertama Tyovan, digunakan oleh Presiden Indonesia untuk melacak sistem infrastruktur.
Selain pengusaha, Tyovan juga merupakan pembicara di bidang pendidikan, wirausaha, dan pelaku usaha di teknologi.
Siapa Tyovan Ari Widagdo?
© Dream
Dilansir dari berbagai sumber, pria kelahiran Wonosobo ini merupakan lulusan Computer Science Universitas Bina Nusantara (Binus University). Dia dinobatkan sebagai “ Super Achieving Young Founders from Asia” dari kategori Consumer Technology dalam “ 30 Under 30 Forbes Asia 2017”.
Tyovan memulai karirnya di dunia IT saat dudk di bangku SMA. Di usianya 17 tahun kala itu, dia begitu mantap merintis perusahaan teknologi bernama Vemobo.
Pada 2012. Tyovan turut mengembangkansejumlah platform yang salah satunya seperti Reporting and Coordination system. Platform tersebut digunakan Presiden Indonesia saat itu.
Dia juga pernah masuk ke dalam lima besar kompetisi inovasi di Stanford University pada 2013 dan sempat magang di Google.
Sepulang dari Amerika Serikat, lelaki berusia 27 tahun ini ditawari menjadi pengembang Dolphin Browser di Indonesia. Dia pun dipercaya menjadi seorang Country Manager untuk Indonesia.
Segudang prestasi ini membuat dirinya masuk ke dalam daftar 100 Top World Global Young Innovator yang dikeluarkan oleh lembaga inovasi YouNoodle dari Amerika Serikat.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya