Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bagaimana Caranya Membuat CV Yang Menarik Perusahaan? (Foto: Shutterstock)
Dream – Sahabat Dream, membuat curriculum vitae (CV) susah-susah gampang. Ketika menulis CV, kamu harus menuangkan informasi-informasi penting, misalnya riwayat pekerjaan dan keterampilan kerja.
Namun, kamu harus bisa mengemas CV agar tidak berakhir ke tempat sampah. Bagaimana caranya bisa membuat CV yang menarik perusahaan?
Dikutip dari Hufftington Post, Senin 16 Juli 2018, Strategic Recruitment Director www.mindhr.com, Jessica Glazer, berbagi lima tips.
Tujuannya, agar CV-mu bisa menarik perhatian pencari kerja. Yang pertama, kamu harus membuat CV yang relevan. Tak perlu menambahkan informasi yang tidak diperlukan untuk posisi yang ingin kamu lamar.
“ Mengirimkan lebih banyak lamaran tidak bisa meningkatkan kesempatan untuk dijaring, tapi mengirimkan lamaran yang lebih baik itu bisa,” kata Glazer.
Kedua, unik. Kamu tak perlu membubuhkan grafis atau warna-warni di CV. Kamu bisa menyebutkan alasan perusahaan harus mempekerjakan kamu dibandingkan kandidat yang lainnya.
Plus, sebutkan pula kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain di perusahaan dan apa manfaat yang bisa mereka ambil dari kamu. Jika bisa menjelaskannya, kesempatan mendapatkan wawancara akan lebih besar.
Ketiga, jangan berbohong. Ingat, perusahaan menjaring orang agar bisa mengisi kekosongan dan mencari solusi untuk perusahaan. Kamu bisa mengisinya dengan pengalaman-pengalaman yang ada.
“ Temukan itu dan ulangi di resume dalam fakta dan angka,” kata dia.
Keempat, ingat tujuanmu. Glazer mengatakan pelamar kerja bahwa resume adalah ukuran awal kompetensi. Jadi, kamu perlu mengingat mengapa harus menulis resume. Faktanya, resume ini bukan tentang dirimu, tapi bagaimana karier bisa membantu perusahaan.
Kalau perusahaan itu bisa melihatnya di CV-mu, mereka akan siap menilai kepribadianmu melalui wawancara. Perlu diingat kalau perusahaan akan meninjau dan menilai hal-hal berikut dari jumlah waktu kerja di perusahaan, transisi dan pertumbuhan karier, dan kejelasan identifikasi jalur karier.
Kelima, jangan sampai ada kesalahan penulisan. Ini terlihat gampang, tapi sering terjadi. Kesalahan bahasa dan ejaan ada di CV. Satu kesalahan terjadi dan kesempatanmu mendapatkan pekerjaan, akan mengecil.
(ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya