Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Supermarket
Dream - Pernahkah Anda merasa seperti dicubit cukup keras setiap kali memasuki supermarket atau hypermarket di lingkungan Anda? Jika jawabannya ya, persoalan ini tak hanya melanda Anda seorang tapi juga beberapa lainnya.
Banyak keluarga menganggap harga barang kebutuhan pokok terus naik setiap tahunnya. Fenomena ini sebetulnya kasus yang diderita negara-negara di dunia. Selama ini harga pangan terus merangkak naik tidak hanya karena inflasi, tapi juga karena faktor-faktor yang berada di luar kendali.
Beruntunglah jika Anda merupakan bagian dari penduduk sebuah negara-negara yang masih mengatur harga sejumlah kebutuhan masyarakat. Namun bukan berarti penduduk dari negara berbeda tak bisa menyiasati kenaikan harga barang-barang di supermarket.
Mengutip laman Emirate 247, Rabu, 23 Juli 2014, ada beberapa trik sederhana yang bisa diterapkan masyarakat untuk melawan kenaikan harga sekaligus mengontrol anggaran rumah tangga. Berikut adalah trik tersebut:
1. Pilihlah hypermarket atau koperasi
Hypermarket besar dan penuh sesak dengan orang belanja memang bukan pilihan tepat untuk belanja dengan nyaman, tetapi mereka hampir selalu menawarkan harga-harga yang lebih ekonomis. Unit-unit koperasi juga menawarkan barang kebutuhan pokok dengan harga yang lebih baik daripada toko-toko di sekitar rumah. Jika ada beberapa pilihan hypermarket atau koperasi, sebaiknya mendatangi semuanya agar bisa membandingkan harga.
2. Pilihlah produk buatan sendiri
Jika tidak terlalu memikirkan merek, belilah produk in-house yang biasa dijual oleh beberapa hypermarket. Harga item ini lebih murah daripada item bermerek. Carrefour, Giant, dan Hipermarket memiliki produk mereka sendiri, yang lebih ekonomis daripada produk bermerek.
Merek in-house biasanya tidak hanya berupa makanan, tapi juga produk lain seperti pembersih lantai, deterjen, kertas tisu dan sebagainya. Usahakan juga untuk membeli dalam bentuk paketan besar karena harganya lebih ekonomis daripada beli secara satuan sehingga menghemat tagihan belanja bulanan.
3. Selalu buat daftar belanja
Seringkali Anda belanja barang tanpa membuat daftar belanja terlebih dahulu. Selain kadang membingungkan Anda sendiri saat berada di toko, belanja tanpa daftar bisa menggoda Anda untuk membeli barang yang seharusnya tidak diperlukan. Sebelum melangkah keluar untuk belanja, buatlah daftar barang apa yang hampir habis atau sudah habis dan buat catatan daftar belanja.
4. Jangan pernah belanja pada waktu perut kosong
Memang terdengar aneh, tapi ini adalah fakta. Jika memang bertujuan membeli barang untuk keperluan rumah tangga, sebaiknya isi perut dahulu di rumah. Pasalnya, jika belanja di saat perut kosong, konsentrasi belanja barang akan terganggu dengan keinginan kuat makan di restoran cepat saji terdekat. Tentu ini akan menambah pengeluaran yang tidak perlu.
Makan sebelum pergi belanja tidak hanya akan menghindari pembelian yang tidak perlu, tetapi juga membuat tubuh tetap fit karena jauh dari junk food.
5. Gunakan uang tunai
Meski belanjaan banyak, usahakan membayar dengan uang tunai. Memang terlihat kuno tapi sangat bermanfaat jika Anda terbiasa belanja dengan menggesek kartu kredit. Penelitian menunjukkan bahwa membayar dengan uang tunai akan menekan keninginan untuk belanja banyak dan tidak perlu karena Anda melihat dompet kosong.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya