Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Dream – Nama asuransi syariah mungkin belum sepopuler asuransi konvensional. Tapi, manfaat asuransi syariah ini tak kalah menguntungkan dengan asuransi konvensional.
Dikutip dari Cermati.com, Jumat 6 Juli 2018, ada tujuh manfaat yang bisa kamu peroleh dari asuransi syariah.
Yang pertama, asuransi syariah bisa dicairkan sebelum jatuh tempo. Asuransi konvensional memiliki aturan yang sangat ketat tentang pencairan premi. Asuransi konvensional hanya mencairkan premi saat jatuh tempo.
Sebaliknya, asuransi syariah bisa mencairkan premi kapan pun sesuai dengan kebutuhan tanpa potongan apa pun. Nasabah yang tidak sanggup melanjutkan pembayaran akan diberikan dua opsi: tarik premi atau melanjutkan, tapi membayar di kemudian hari.

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Kedua, dana tetap diproteksi meskipun telat membayar. Meskipun pembayaran premi asuransi menunggak, nasabah tetap mendapatkan proteksi penuh sama seperti nasabah lainnya, seperti kecelakaan.
Asuransi akan menutup sebagian biaya perawatan di rumah sakit meskipun nasabah tersebut menunggak. Uang yang dipakai pihak asuransi untuk membiayai kejadian ini, bisa dilunasi di kemudian hari jika nasabah mempunyai uang.

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Ketiga, polis dibebaskan dari kontribusi dasar. Kalau kondisi kesehatan nasabah sedang terganggu, misalnya mengidap penyakit parah atau kecelakaan, dia akan dibebaskan dari biaya kontribusi dasar. Selain itu, nasabah juga berhak mendapatkan biaya perawatan penuh selama proses penyembuhan tanpa harus ikut berkontribusi membayar biaya rumah sakit.
Kempat, sistem bagi untung yang tinggi. Dalam asuransi syariah, syariah, satu orang nasabah tak boleh dirugikan secara finansial. Saat premi sudah jatuh tempo, pihak asuransi akan membagikan pokok premi beserta imbal hasil sesuai dengan yang telah dijanjikan sebelumnya.
Agar nasabah tak salah paham tentang sistem bagi untung, petugas asuransi akan menjelaskan mekanisme bagi untuk secara detail untuk memastikan nasabah benar-benar paham sehingga tidak merasa dirugikan di kemudian hari.
Baca selengkapnya di sini. (ism)
Advertisement

3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?


Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih