Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo, Mengatakan Teknologi Keuangan Bisa Mempercepat Inklusi Keuangan Syariah. (Foto: Kementerian Keuangan)
Dream – Teknologi dan inovasi digital di sektor keungan berkembang cukup signifikan. Perkembangan ini bisa mengubah lanskap industri keuangan yang mempercepat target inklusi dan mendorong inovasi keuangan.
Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo mengatakan kehadiran inovasi teknologi keuangan (Financial Technologi/Fintech) saat ini sudah mempengaruhi banyak sendi kehidupan masyarakat.
“ Teknologi digital ini sangat mempengaruhi kehidupan kita dalam berbagai aspek terhadap ekonomi, khususnya keuangan Islam,” kata Mardiasmo dalam acara di acara The 3rd Annual Islamic Finance Conference (AIFC) yang bertema Enhancing The Role of Islamic Finance within Digital Economy Era: Opportunities and Challenges” di Makassar, Sulawesi Selatan, dikutip dari kemenkeu.go.id, Jumat, 6 Juli 2018.
Menurut Mardiasmo, salah satu kekuatan distribusi dalam ekonomi digital adalah fintech yang muncul sebagai terobosan. Asosiasi Fintech Indonesia menunjukkan bahwa jumlah perusahaan Fintech di Tanah Air telah berkembang secara signifikan dari 25 perusahaan di 2011-2012 menjadi 165 perusahaan di 2015-2016.
" Perusahaan-perusahaan Fintech ini menjalankan model bisnis seperti peminjaman atau lending, pembayaran digital marketplace dan perencanaan keuangan,” kata Mardiasmo.
Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan nilai transaksi pasar fintech dari US$18,6 miliar (Rp286,36 triliun) pada 2017 dan meningkat 19,23 persen pada tahun ini. “ Angka ini diperkirakan terus meningkat di beberapa tahun ke depan,” kata dia.
Mardiasmo juga mengatakan Fintech memberikan solusi yang inovatif melalui produk dan jasa. Selain itu, Fintech juga memungkinkan melakukan bisnis dan membangun bisnis dengan waktu yang lebih singkat, khususnya untuk ekonomi usaha mikro, kecil, dan menengah yang acapkali menemui hambatan dari segi pembiayaan dan kekurangan pengelolaan finansial.
" Ini juga menunjukkan bahwa fintech memegang peranan penting dalam meningkatkan akses finansial. Memahami bahwa akses masyarakat ke dalam keuangan informal sangat penting. Ini akan membawa Indonesia kepada inklusivitas yang akan berdampak positif pada tujuan kesejahteraan masyarakat, menghapuskan kemiskinan, dan juga menciptakan lapangan pekerjaan,” kata dia.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya