Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bagi Orang Tua Yang Bekerja, Waktu Bercengkrama Dengan Anak Menjadi Sesuatu Yang Paling Berharga. (Foto: Shutterstock)
Dream – Bagi orang tua yang bekerja, berjumpa dengan anak sebelum dia tidur adalah hal paling membahagiakan. Tiba di rumah sebelum jam 7 malam, bermain dengan anak, menonton televisi, atau membantunya mengerjakan PR.
Ah, betapa bahagianya jika bisa pulang tepat waktu.
Masalahnya, tak jarang kamu bekerja tidak efisien dari jam 09.00 sampai 17.00. Ini yang menyebabkan waktu pulang molor karena ada pekerjaan yang harus digarap terlebih dahulu.
Nah, buat Sahabat Dream yang ingin pulang on time jam 17.00 dan tanpa rasa bersalah, ada, lho, tips-tipsnya. Bisa dicoba untuk resolusi karier tahun 2018.
Dilansir dari Lifehack, Kamis 28 Desember 2017, ada tujuh tips yang bisa kamu terapkan. Pertama, lakukan pekerjaan yang sulit terlebih dahulu. Sekadar informasi, waktu bekerja yang produktif adalah pagi hari. Gunakan waktu ini untuk menggarap pekerjaan yang sulit-sulit. Baru, siangnya untuk tugas yang ringan, seperti menjawab e-mail.
Kedua, siapkan diri untuk pulang jam 17.00. Caranya, buat daftar pekerjaan—usahakan yang diprioritaskan—dan beri estimasi waktu pengerjaan.
Ketiga, jangan ragu beristirahat lebih sering. Tujuannya, menghindari ngebul dan menjaga kesehatan tubuh. Tak baik menatap layar komputer lama-lama. Sekadar catatan, seseorang hanya bisa fokus bekerja selama 90 menit untuk sekali waktu. Dia juga memerlukan istirahat 5 menit sekali untuk pergi ke toilet atau mengambil minum. Ingat, karyawan itu manusia, bukannya robot yang bisa terus-menerus bekerja.
Keempat, jangan multitasking. Perlu diingat, manusia pada dasarnya buruk untuk mengerjakan beberapa tugas sekaligus. Selain bisa menghilangkan fokus dan momentum kerja, multitasking ini bisa membuat kualitas pekerjaan menurun.
Kelima, lindungi prioritas kamu. Jika pekerjaan rampung sebelum jam 5 sore, gunakan untuk menikmati sisa-sisa waktu kerja hari ini. Jika rekan kerja meminta bantuan, mintalah mereka untuk tidak mengerjakannya menjelang jam 17.00.
Keenam, beri waktu untuk transisi. Menjelang pukul 17.00, luangkan waktu 10-15 menit untuk membaca e-mail, mengorganisasi berkas atau ruang kerja untuk keesokan hari, dan melepas penat. Jadi, waktu dengan keluarga tidak terganggu dengan pekerjaan.
Ketujuh, ingat masih ada hari esok. Sahabat Dream, kita memang harus membuat daftar tugas untuk keesokan hari. Tapi, tidak semuanya digarap hari ini. Ada tugas-tugas yang bisa dikerjakan keesokan hari. Jadi, jangan terlalu memeras energi untuk mengerjakan semua pekerjaan.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya