Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Ilustrasi.
Dream – Badan Zakat Amil Nasional (BAZNAS) membukukan pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebesar Rp155 miliar. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan perolehan tahun 2016 sebesar Rp111 miliar.
“ BAZNAS melakukan berbagai inovasi dan peningkatan layanan pada 2017 sehingga berhasil membukukan kenaikan pengelolaan zakat sebesar 40 persen dari tahun sebelumnya,” kata Deputi BAZNAS, Arifin Purwakananta, di Jakarta, Kamis 28 Desember 2017.
Arifin mengatakan peningkatan penghimpunan ini, antara lain, disebabkan sejumlah inovasi seperti kampanye melalui berbagai media, baik media massa, media sosial maupun media luar ruang.
Dalam dunia digital, BAZNAS juga meningkatkan pelayanan agar muzaki lebih mudah menunaikan zakat serta memperoleh informasi mengenai BAZNAS.
“ Layanan kepada muzaki juga dilakukan dalam bentuk kegiatan seperti wisata zakat dan kunjungan langsung kepada donatur serta pengiriman media-media informasi BAZNAS berupa newsletter,” kata dia.
Dari sisi penyaluran, Arifin mengatakan BAZNAS meningkatkan layanan mustahik melalui berbagai program inovatif sehingga bantuan lebih mudah dijangkau oleh mustahik, antara lain melalui Program Layanan Aktif BAZNAS dan BAZNAS Tanggap Bencana. Melalui program-program unggulan yang dimiliki, membuat angka rasio penyaluran terhadap penghimpunan BAZNAS cukup tinggi yaitu 80 persen di tingkat pusat. Sementara untuk rasio penyaluran terhadap penghimpunan zakat nasional mencapai 69 persen.
Dalam riset yang dilakukan oleh Pusat Kajian Strategis BAZNAS pada tahun ini, Zakat produktif yang dikelola BAZNAS pada 2016 berhasil mengurangi kemiskinan absolut dan meningkatkan kesejaheteraan mustahik. Program ini berhasil meningkatkan pendapatan mustahik hingga 27 persen dalam setahun.
“ Dari data yang dihimpun hingga awal Desember, BAZNAS memperkirakan target pencapaian zakat nasional sepanjang tahun 2017 mencapai Rp6 triliun,” kata dia.
(Sah)
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama
