Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Kepala Eksekutif Pengawasan Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Nurhaida menyatakan banyaknya keuntungan yang diperoleh suatu perusahaan negara (BUMN) jika menjadi perusahaan terbuka yang menjual sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Keuntungan inilah yang telah dirasakan 22 perusahaan BUMN.
" Berdasarkan data yang kami miliki, hingga saat ini terdapat 33 BUMN dan entitas anaknya yang telah memanfaatkan sarana pasar modal, 22 di antaranya telah melakukan pencatatan saham atau listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan beragam sektor usaha, mulai dari perusahaan perbankan, properti, pertambangan, telekomunikasi, hingga transportasi," ujarnya di Jakarta, Selasa 18 Agustus 2015.
Nurhaida menyebutkan, beberapa keuntungan yang bisa diperoleh BUMN tersebut antara lain dengan menjadi perusahaan terbuka maka kapabilitas BUMN sebagai perusahaan Negara akan semakin meningkat. Apalagi, lanjutnya, saat ini BUMN didorong untuk meningkatkan peran aktifnya dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan industrialisasi di Indonesia
Kedua, dengan memperoleh pendanaan dari pasar modal yang bersifat jangka panjang, akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional BUMN khususnya dalam membiayai proyeknya yang rata-rata bersifat jangka panjang dan menghindari terjadinya miss-match dalam pendanaan bagi proyek-proyek yang dilaksanakannya.
Terakhir, tambahnya, dengan menjadi perusahaan publik maka kualitas tata kelola perusahan BUMN akan semakin meningkat yang pada akhirnya akan meningkatkan kredibilitas perusahaan dimata stakeholder dan masyarakat.
" Tingkat kepercayaan masyarakat yang tinggi kepada perusahaan-perusahaan BUMN akan menjadi modal yang sangat baik bagi pengembangan perusahaan kedepan untuk bersaing tidak hanya di level nasional tetapi juga di level global," paparnya.
Untuk itu, tambah Nurhaida, pihak OJK mendorong agar BUMN bisa memperoleh pendanaan dari pasar modal, baik melalui penerbitan saham atau efek bersifat utang yang bersifat konvensional maupun syariah (sukuk). Hal ini guna meningkatkan peran BUMN program infrastruktur pemerintah.
" Kami mendorong agar BUMN dapat memanfaatkan pasar modal Indonesia sebagai tempat untuk memobilisasi dana investasi, guna membiayai program-progam pembangunan infrastruktur yang bersifat jangka panjang. Apalagi saat ini likuiditas pembiayaan konvensional melalui perbankan semakin terbatas," pungkasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya