4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
BPS Mencatat Angka Pengangguran Turun 530 Ribu Orang Pada Agustus 2016.
Dream – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angkatan kerja pada Agustus 2016 sebanyak 125,44 juta orang. Angka ini terdiri atas 118,41 juta orang penduduk yang bekerja dan 7,03 juta orang yang menganggur.
“ Dibandingkan dengan Agustus 2015, jumlah penduduk yang bekerja naik 3,59 juta orang dan pengangguran turun 530 ribu orang,” kata Kepala BPS, Suhariyanto, di Jakarta, dilansir dari situs bps.go.id, Senin 7 November 2016.
Menurut data BPS, pada Agustus 2015, jumlah angkatan kerja naik dari 122,38 juta orang menjadi 125,44 juta orang pada Agustus 2016. Sementara itu, angkatan orang bekerja naik dari 114,82 juta orang pada Agustus 2015 menjadi 118,41 juta orang pada Agustus 2016.
Sebaliknya, angka orang menganggur turun dari 7,56 juta orang pada Agustus 2015 menjadi 7,03 juta orang pada Agustus 2016.
“ Jumlah angkatan kerja naik 3,06 juta orang,” kata dia.
Suhariyanto mengatakan hampir semua sektor mengalami kenaikan penyerapan tenaga kerja, kecuali sektor konstruksi yang turun 230 ribu orang. Kenaikan jumlah tenaga kerja tertinggi di sektor jasa kemasyarakatan sebanyak 1,52 juta orang, sektor perdagangan 1,01 juta orang, serta sektor transportasi, pergudangan, dan komunikasi sebanyak 500 ribu orang.
© Dream
Suhariyanto mengatakan lulusan SMA paling banyak menganggur. Angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) SMK paling tinggi, yaitu 10,11 persen, disusul oleh lulusan SMA yang sebanyak 8,73 persen. Angka TPT terendah justru terjadi kepada lulusan di tingkat SD.
“ Mereka yang berpendidikan rendah cenderung mau menerima pekerjaan apa pun, sementara mereka yang berpendidikan lebih tinggi cenderung memilih pekerjaan yang sesuai,” kata dia.
Sekadar informasi, pada Agustus 2016, angka TPT tamatan tingkat SD ke bawah sebesar 2,88 persen, SMP 5,75 persen, SMA 8,73 persen, SMK 11,11 persen, Diploma 6,04 persen, dan Universitas 4,87 persen.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
