Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sektor Informasi Dan Komunikasi Menjadi Pendorong Utama Pertumbuhan Ekonomi Pada Kuartal III 2016.
Dream – Perekonomian Indonesia pada kuartal III 2016 tumbuh 5,02 persen. Pertumbuhan ini melambat apabila dibandingkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II tahun 2016 yang mencapai 5,19 persen.
“ Pertumbuhan (ini) didukung oleh semua lapangan usaha,” kata Kepala Badan Pusat Statistik, Suhariyanto, di Jakarta, dilansir dari laman BPS, Senin 7 November 2016.
Suhariyanto mengatakan pertumbuhan tertinggi dicapai oleh sektor informasi dan komunikasi yang tumbuh 9,2 persen, diikuti jasa keuangan dan asuransi 8,83 persen, serta transportasi dan pergudangan 8,2 persen.
Sementara itu, dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen pengeluaran konsumsi lembaga non profit yang melayani rumah tangga (PK-LNPRT) yang tumbuh 6,65 persen, pengeluaran konsumsi rumah tangga (PK-RT) 5,01 persen, dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) 4,06 persen.
Sementara itu, sampai triwulan III 2016, ekonomi Indonesia tumbuh 5,04 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh semua lapangan usaha, kecuali sektor pertambangan dan penggalian yang turun 0,24 persen.
“ Sisi pengeluarannya didorong oleh LNRT yang tumbuh 5,01 persen,” kata dia.
Suhariyanto mengatakan Jawa masih menjadi motor utama perekonomian Indonesia. Kontribusi Jawa terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 58,4 persen, Sumatera 22,02 persen, dan Kalimantan 7,72 persen. Adapun PDB kuartal III 2016 sebesar Rp3.216,8 triliun.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya