Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Usai menguat di perdagangan perdana usai libur Lebaran, bursa saham syariah kembali berbalik melemah. Munculnya aksi ambil untung membuat indeks saham tertekan.
Pelemahan bursa saham domestik terjadi di tengah pulihnya bursa regional. Meski sempat melemah, indeks regional sebagian besar dibuka menguat.
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 23 Juli 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) 0,418 poin ke level 157,062.
Hingga 30 menit waktu perdagangan, laju ISSI belum mampu kembali ke zona hijau. Tekanan jual memangkas ISSI 0,501 poin (0,32%) ke level 156,979.
Aksi jual telah memaksa 43 emiten syariah lengser ke zona negatif. Namun ISSI sebetulnya didominasi naiknya harga saham dari 65 emiten dan 42 lainnya bertahan stagnan.
Transaksi perdagangan saham syariah awal sesi ini mencapai Rp 525 miliar dengan 5,5 miliar saham syariah beralihtangan.
Tekanan aksi profit taking juga tak bisa dibendung indeks saham bluechips syariah.
Terkoreksi 2,61 poin, indeks Jakarta Islamic Index (JII) dibuka melemah ke level 655,781. Sampai setengah jam perdagangan, JII juga masih tertekan dan terpangkas 3,589 poin (0,55%) ke level 654,801.
Separuh penghuni JII kali ini dilanda tekanan jual investor. Sebaliknya, 14 emiten masih jadi buruan pemilik modal dan 1 lainnya bertahan stagnan.
Secara keseluruhan, bursa saham Indonesia memang berada dalam tekanan aksi ambil untung.
Pada prapembukaa perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan menipis 9,484 poin (0,19%) ke level 4.897,205. IHSG kembali turun 10,693 poin (0,22%) ke level 4.895,996 di sesi pembukaan.
Berbeda dengan dua indeks saham syariah, IHSG justru sudah berhasil kembali ke zona hijau. Hingga 40 menit waktu perdagangan, IHSG telah menanjak 2,928 poin (0,06%) ke level 4.909,617.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya