Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
PLN Punya Alasan Sering Mematikan Aliran Listrik Ketika Musim Hujan Tiba.
Dream – Ketika hujan, tak jarang aliran listrik seringkali padam. Kadang pemadaman berlangsung setengah jam, satu jam, bahkan hingga berjam-jam.
Namun, pernahkah terlintas di pikiran satu pertanyaan mengapa listrik harus dimatikan saat hujan, apalagi sampai hujan deras, turun?
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)/PLN pun membeberkan alasan kerap mematikan aliran listrik jika musin hujan tiba. Perusahaan pelat merah ini tak ingin ada kecelakaan yang terjadi akibat sengatan listrik. Dikatakan bahwa gardu listrik kerap terendam air selama hujan turun.
“ Kalau banjir (aliran listrik) tetap dihidupkan, yang mati bukan listriknya. Orangnya yang mati. Jadi, kami menjaga keselamatan masyarakat,” kata Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, di Jakarta, dilansir dari Merdeka.com, Senin 14 November 2016.
Selain itu, Sofyan mengatakan berhentinya pasokan listrik terjadi karena kabel listrik yang tertimpa pohon tumbang.
“ Itu gangguan. Itu memang pasti terjadi. Pohon tumbang (dan) banjir. Di Bandung ada dua gardu induk yang banjir (maksudnya kebanjiran),” kata dia.
Mantan direktur utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menegaskan jika langkah pemadaman dilakukan untuk mewaspadai efek bahaya hujan angin. Alasannya, hujan angin ini membuat pepohonan rawan tumbang dan menimpa jaringan listrik.
" Kalau masyarakat minta tetap dijalankan, tidak bisa karena gardu induknya terendam. Jadi kami harus matikan. Itu gangguan namanya,” kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya