Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Indeks Syariah Tetap Bersinar Walaupun Rupiah Sedikit Melemah. (Foto: Shutterstock)
Dream - Indeks syariah mulai melawan beraksi positif setelah melemah sepanjang awal pekan ini. Dipicu sektor properti yang jadi buruan investor, tiga indeks acuan di Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup sesi perdagangan Rabu 13 Maret 2019, di zona positif.
Meski bergerak menanjak, laju indeks syariah masih dibayangi aksi jual investor. Kondisi bursa regional yang masih bergerak variatif memaksa investor melakukan aksi beli selektif.
Beruntung masih ada sentimen positif dari kondisi fundamental ekonomi nasional yang diyakini masih cukup kuat.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan tengah pekan ini dengan menanjak 1,083 poin (0,58%) ke level 189,384. Semula, ISSI mengawali perdagangan di zona negatif usai melemah ke level 187,973.
Namun koreksi ISSI hanya berjalan sekitar 1 jam. Di sesi berikutnya, ISSI terus bergerak menguat dan baru tancap gas jelang sesi penutupan. ISSI mencetak posisi tertingginya di sesi penutupan.
Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga ikut naik 3,964 poin (0,57%) ke level 694,429. Begitu pula indeks JII70 yang bertambah 1,614 poin (0,69%) ke level 232,773.
Mulai munculnya aksi beli akibat sentimen harga komoditas mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 23,801 poin (0,36%) ke level 6.337,575.
Investor aktif berburu saham properti yang mencatat kenaikan indeks tertinggi 1,05 persen. Penguatan indeks ini diikuti sektor barang konsumsi 0,91 persen dan industri dasar 0,76 persen.
Sayangnya indeks sektor industri aneka masih melemah sebesar 0,85 persen dan infrastruktur 0,61 persen.
Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNVR yang harga sahamnya naik Rp950, ITMG Rp550, CPIN Rp350, AALI Rp325, dan SMGR Rp325.
Sebaliknya, yang menjadi top loser kali ini adalah TCPI yang harga sahamnya terkoreksi Rp1.000, BYAN Rp200, CMNP Rp165, GHON Rp130, dan FASW Rp125.
Pada pukul 16.05, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah. Kurs dolar AS terhadap dolar AS menguat 21 poin (0,15%) ke level Rp14.287 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya