Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah
9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes
Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan
3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
Ditjen Perhubungan Udara Menginspeksi Pesawat Boeing 737 MAX 8. (Foto: Kementerian Perhubungan)
Dream – Setelah jatuhnya Ethiopian Airlines, Kementerian Perhubungan melarang terbang sementara pesawat Boeing 737 Max-8. Kemenhub pun menginspeksi seluruh pesawat sejenis milik maskapai Indonesia.
“ Inspeksi yang dilakukan oleh Inspektur dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, untuk memastikan bahwa pesawat Boeing 737-8 MAX di Indonesia laik terbang,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Rabu 13 Maret 2019.
Inspeksi pesawat Boeing 737 MAX 8 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Cengkareng, Banten. Ada 10 Boeing 737 MAX 8 yang dimiliki oleh Lion Air Group dan 1 oleh Garuda Indonesia Airlines.
Inspeksi ini dimulai sejak Selasa 12 Maret 2019 dan diawali dengan pengecekan langsung pesawat Boeing 737 MAX 8 milik Garuda Indonesia yang sedang berada di hanggar kompleks Garuda Maintenance Facilities.
Vice President Airworthiness Garuda Indoensia, Purnomo, mengatakan pengecekan pesawat ini bertujuan untuk memastikan sistem air speed, altitude, dan angle of attack beroperasi dengan baik. Kalau ada temuan, nantinya akan langsung ditindaklanjuti.
“ Sementara untuk pesawat Boeing 737-8 MAX kami grounded sampai menunggu arahan Dirjen Perhubungan Udara,” kata Purnomo.
Managing Director Lion Air Group, M. Rusli, mengatakan, maskapai Lion Air memikiki 10 pesawat jet komersial ini. Sepuluh pesawat ini tersebar di beberapa lokasi, yaitu 6 di Bandara Soetta, 2 di Bandara I Gusti Ngurah Rai, 1 di Bandara Hasanuddin, dan 1 di Bandara Sam Ratulangi. Rusli mengatakan pihaknya juga mengikuti permintaan Kemenhub tentang larangan terbang sementara Boeing 737 MAX 8.
“ Saat ini kami sudah melarang pengoperasian pesawat tersebut , dan 2 pesawat yang berada di Bandar Udara Soekarno-Hatta sedang dalam proses pengecekan oleh para inspektur dari DKPPU (Direktorat Kelaikan dan Pengoperasian Pesawat Udara),” kata dia.
Advertisement

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan