Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Bursa saham syariah menutup perdagangan awal pekan di zona positif. Kondisi regional yang didominasi pelemahan tak mengurangi aksi beli investor.
Untuk pertama kalinya dalam sembilan hari terakhir, investor asing juga membukukan nett buy sekitar Rp 107,68 miliar.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 14 September 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 1,113 poin (0,80%) ke level 140,532.
Lompatan lebih tinggi dicetak indeks saham bluechips syariah. Naik 6,784 poin (1,16%), Jakarta Islamic Index (JII) ditutup menguat di level 591,679.
Kedua indeks acuan saham syariah ini bergerak positif sepanjang perdagangan. ISSI sempat menyentuh level tertinggi di 140,537 dan terendah di 139,609.
Sebanyak 88 emiten syariah sukses menutup perdagangan di zona hijau. Lebih dari separuh, atau 16 emiten unggulan syariah juga ditutup menguat.
Investor tampaknya belum bersemangat melakukan aksi jual beli. Terlihat dari transaksi perdagangan saham syariah yang hanya mencapai Rp 1,83 triliun dengan 26,5 miliar saham berpindahtangan.
Saham top gainer di awal pekan ini dihuni UNVR yang menguat Rp 1.500 per saham. Disusul UNTR yang naik Rp 725, INTP Rp 450, INDF Rp 150, dan AALI Rp 125 per saham.
Sebaliknya, SILO menjadi pemuncak top losser usai melemah Rp 100. Diikuti SMGR rp 100, SCMA Rp 55, WIKA Rp 45, dan MPPA Rp 25 per saham.
Munculnya aksi beli asing juga berhasil mendongkrak laju bursa saham Indonesia. Naik 29,905 poin (0,69%), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat di level 4.390,373.
Lantai bursa kali ini sukses memutar dana investor hingga Rp 2,66 triliun.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah masih terkapar di level 14.300. Melemah 2 poin (0,01%), kurs rupiah bertengger di level 14.320 per dollar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya