Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Bursa saham syariah Indonesia membuka awal pekan di zona positif. Munculnya aksi beli investor mendorong laju indeks saham yang dibayangi pertemuan bulan The Federal Reserves (The Fed).
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 14 September 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,424 poin ke level 140,033.
Laju positif juga dibukukan indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Naik 3,698 poin, indeks JII membuka perdagangan di level 588,593.
Kedua indeks acuan saham syariah ini terus menanjak hingga 10 menit perdagangan. ISSI tercatat menguat 0,916 poin (0,66%) ke level 140,335. Sementara JII naik 4,682 poin (0,50%) ke level 589,577.
Aksi beli investor telah mengangkat 77 emiten syariah ke zona hijau. Sebanyak 22 diantaranya merupakan emiten-emiten unggulan syariah.
Nilai transaksi perdagangan saham terbilang sepi dengan hanya mencetak nilai Rp 188 miliar dan 2,5 miliar saham yang berpindahtangan.
Meski dibayangi sentimen pertemuan The Fed, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga sukses membuka awal pekan di zona hijau.
Pada perdagangan prapembukaan, IHSG naik 17,724 poin (0,41%) ke level 4.378,192. IHSG kembali menanjak 15,490 poin (0,36%) ke level 4.375,958 di sesi pembukaan.
Seluruh indeks sektoral bergerak menguat dipimpin emiten sektor konstruksi dan pertanian.
Kenaikan IHSG ini terjadi di tengah kondisi bursa regional yang bergerak variatif. Nikkei Jepang dan Strait Times pagi ini sudah mulai melemah 0,57 persen dan 0,35 persen. Nikkei sendiri dibuka menguat di awal perdagangan.
Sementara indeks Hang Seng masih melaju positif sejak awal pembukaan dengan posisi terakhir naik 0,61 persen.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah yang sempat menguat di sesi pembukaan, kini mulai bergerak lemah. Turun 3 poin (0,02%), rupiah kini bertengger di level 14.328 per dollar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya