Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Jelang tengah malam, 10 September 2015, para calon jemaah haji ini sudah berkumpul di Terminal 2D Bandara Soekarno Hatta. Jadwal keberangkatan mereka adalah pukul 4 pagi, esok harinya.
Waktu keberangkatan pun sudah dekat. Terdapat 10 jemaah yang merasa gelisah. Mereka berasal dari berbagai daerah, ada dari Jakarta, Balikpapan, dan Samarinda. Kegelisahan mereka karena satu alasan yang sama, yaitu tiket, paspor, dan visa haji mereka belum ada di tangan.
Sang mentor mereka pun, Nabil dari biro haji dan umrah Ar Roudah, tidak kunjung datang. Bahkan, ketika dihubungi, telepon mereka tidak tersambung. Padahal, Nabil merupakan mentor yang membimbing para jamaah hampir sekitar 4 tahun dari mulai pendaftaran hingga saat akan diberangkatkan yang rencananya tahun ini.
" Kita sudah pernah bertemu Nabil, saat manasik haji misalnya. Dia menjanjikan semuanya sudah siap pada hari H. Namun, ternyata kita tidak dapat tiket, visa, bahkan nama kita pun tak masuk dalam kuota," ujar Ismail Mahruf, anak dari salah seorang korban penipuan biro travel ini, kepada Dream, Sabtu, 12 September 2015.
Ismail mengatakan para korban merupakan calon haji dari kelompok Ongkos Naik Haji (ONH) Plus. Dia mengaku, para korban dan orang tuanya memilih biro travel kecil itu atas rekomendasi orang-orang. Atas kasus tersebut, kerugian materi para korban pun terbilang tak sedikit. Hampir Rp 100 juta yang diraup biro travel yang beralamat di Jl. Rawa Selatan, Gang Mawar, No. 12, Jakarta ini.
" Kerugian sekitar Rp 100 juta, bahkan 6 orang asal Kalimantan ini kerugiannya hampi Rp 1 miliar," ungkapnya.
Menindaklanjuti kasus tersebut, Ismail telah melaporkan kepada pihak berwajib. Dan kini, dia masih berusaha meminta pertanggungjawaban dari pihak Ar Roudah dengan menyambangi kantornya.
" Ini kan merugikan, apalagi yang dari Kalimantan sudah terlantar 15 hari menginap di hotel, sudah pada sepuh juga, malu juga sama orang kampung. Kita sekarang mau ke kantornya, dan kemarin sudah buat laporan ke Polda," tandas Ismail.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya