Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Selain mendapatkan tambahan kuota 10 ribu peserta haji, kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Arab Saudi menghasilkan beberapa kesepakatan bisnis dengan negara penghasil minyak terbesar itu.
Menurut Sekretaris Kabinet Pramono Anung, perusahaan minyak milik Arab Saudi, Aramco, menyatakan minatnya membangun kilang, sekaligus storage di Indonesia. Pihak Aramco juga ingin distribusi minyak ke Indonesia secara langsung.
Presiden Jokowi, lanjut Pramono, memberikan peluang untuk Arab Saudi berinvestasi di Indonesia, membangun kilang yang nilai investasinya sekitar 10 miliar dolar AS.
“ Maka dengan demikian itu salah satu hal konkrit yang dihasilkan pada pertemuan ini, selain itu kita juga meminta untuk pembebasan pajak berganda yang akhirnya disetujui kedua belah pihak yang nanti akan disiapkan oleh Menteri Keuangan dan Menko Perekonomian kita,” ujar Pramono seperti dikutip dari laman situs Seskab, Senin, 14 September 2015.
Selain itu, Pramono menjelaskan Presiden Jokowi juga telah menyinggung mengenai upaya Bank BNI untuk membuka cabang di Jeddah mengingat banyaknya jumlah jemaah haji maupun umroh Indonesia, yang tiap tahunnya mecapai sekitar 700.000 orang.
“ Insya Allah bisa diberikan, di Mekkah dan Madinah,” tegas Pramono.
Namun, Pramono menambahkan, Jokowi juga berpesan terhadap para pejabat untuk memantau kelanjutan dari kerjasama yang sudah disepakati ini. Hal ini mengingat pengalaman gagalnya kerjasama bisnis dengan Arab Saudi karena terkendala tidak tercapainya kesepakatan dalam proses komunikasi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya