Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Pasar modal syariah Indonesia menutup perdagangan jelang libur akhir pekan di jalur berbeda. Aksi jual saham bluechips syariah yang kemarin menguat memaksa Jakarta Islamic Index (JII) ditutup melemah.
Sebaliknya, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) mampu bertahan di zona hijau meski dilanda aksi jual jelang penutupan.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 22 Mei 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terpeleset 0,090 poin (0,05%) ke level 169,962.
ISSI bergerak mengikuti koreksi harga saham yang dialami oleh 78 emiten syariah. Padahal ISSI kali ini didominasi naiknya harga saham dari 84 emiten.
Laju ISSI memang fluktuatif di tengah sentimen kenaikan outlook peringkat utang Indonesia. Dibuka menguat di 169,931, ISSI sempat jatuh ke zona merah di level terendah 169,653.
Masih adanya upaya pemodal yang memanfaatkan sentimen ini sempat membuat ISSI menembus level tertinggi di 170,384.
Transaksi perdagangan saham syariah terbilang minim dengan hanya mencetak nilai Rp 2,63 triliun. Sebanyak 25,65 miliar saham jadi objek transaksi pelaku pasar.
Nasib kurang beruntung dialami indeks saham bluechips syariah. JII ditutup melemah 0,514 poin (0,07%) ke level 711,768.
Jika melihat pergerakan saham JII, sebetulnya hampir separuhnya atau 14 emiten bergerak menguat. Namun JII tak kuasa menahan aksi jual dari 8 emiten keping biru syariah.
Indeks JII sempat menembus level tertinggi di 714,814 dan terendah 710,667.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga cukup beruntung bisa bertahan di zona hijau. Alasannya, IHSG sempat dilanda aksi jual jelang penutupan.
IHSG ditutup naik tips 1,945 poin (0,04%) ke level 5.315,153.
Lantai bursa kali ini mencetak nilai transaksi Rp 4,24 triliun dengan 40,66 miliar saham yang berpindahtangan. Pemodal asing yang memanfaatkan aksi beli di awal sesi justru menutup perdagangan dengan nett sell Rp 516 miliar.
Sementara itu nilai tukar rupiah sore ini kembali melemah 48 poin (0,37%) ke level 13.153 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya