Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?
10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Risky Andrianto)
Dream - Merebaknya beras sintetis berbahan baku plastik memukul pedagang beras Cipinang. Konsumen pembeli beras diklaim mulai sepi. Mereka berontak. Isu beras plastik dituding sengaja dihembuskan segelintir pihak yang ingin harga beras turun.
Jamalus, seorang pedagang pasar di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur mengatakan para pedagang kini resah dengan merebaknya isu tersebut. Tudingan pun diarahkan pada pihak-pihak yang tak senang.
Menurut Jamalus, sangat tidak masuk akal jika pedagang sengaja menggunakan beras berbahan plastik untuk mendongkrak penjualannya. “ Harga biji plastik itu lebih mahal dari beras, hampir tiga kali lipat,” geram Jamalus saat berbincang dengan Dream.co.id melalui telepon.
Perbandingan harga yang cukup jauh itu seharusnya menjadi pertimbangan para produsen beras plastik. “ Kan tidak masuk akal, mana ada sih pedagang yang mau rugi?” tambahnya.
Jika mengutip harga polivinil klorida, bahan kimia yang disebut dijadikan bahan pembuatan beras, memang cukup mahal. Untuk 1 ton metrik PVC, perlu dana US$ 1.500-2.500.
Sedangkan beras, harga beras pascakenaikan bahan bakar minyak lalu diperdagangkan di kisaran Rp 9000 per kilogram (Kg) untuk kualitas medium dan Rp 11.000 per Kg untu premium.
“ Bisa saja ada yang bermain di belakang ini semua. Mungkin saja kan, karena produksi gandum saat ini juga sedang turun, mungkin mereka ingin membuat naik kembali dengan menjatuhkan yang lain. Atau pihak lain yang juga bisa saja melakukannya,” ucap Jamalus curiga.
Isu mengenai beras plastik diakui Jamalus memang pernah beredar di kalangan pedagang beras. Namun, ia sendiri belum pernah melihat secara langsung produk beras yang dapat membahayakan kesehatan konsumennya itu.
“ Selama beberapa hari ini ya sepi, ya gimana ini (penjualan beras) kan tergantung pemakaian konsumen, kalau mereka pemakaiannya berkurang ya pedagang ikut berkurang,” tutur Jamalus.
Sayangnya, pedagang beras dari Pasar Induk Cipinang ini belum dapat menghitung berapa jumlah kerugian yang ia derita secara detil.
(Ism, Laporan: Kurnia Yunita Rahayu)
Baca Juga: Beras Plastik Terbukti, Mengandung Bahan Pembuat Paralon Awas, `Beras Plastik` Dicampur Getah Sintetis Beracun Dampak Konsumsi `Beras Plastik` Bagi Kesehatan
Advertisement
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?

Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya

Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?