Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?
Prabowo Ramai-Ramai Dicalonkan Lagi
Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan
Ingin Memperlambat Penuaan? Studi Ungkap Hal yang Mungkin Membantu dan yang Ternyata Tak Banyak Berpengaruh
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’
Ilustrasi (Foto: Dian Pelangi)
Dream - Dubai menjadi negara yang terlalu mahal bagi wisatawan ritel, dengan penurunan 20 persen di pasar barang mewah, menurut CEO salah satu perusahaan ritel terbesar di kawasan itu.
Jayant Ganwani, CEO LALS Group yang berbasis di Dubai, yang memiliki 130 toko di seluruh wilayah itu mengatakan, konsumen high-end memilih pasar lain untuk kebutuhan belanja barang mewah mereka. Alasannya, karena harga yang dikenakan di Dubai terlalu mahal.
" Kami melihat Dubai akhir-akhir ini menjadi tidak terjangkau bagi banyak wisatawan. Selama bertahun-tahun, kesan bahwa Dubai adalah surga belanja adalah khayalan. Kami menemukan bahwa barang dagangan Eropa yang dijual di sini harganya jauh lebih tinggi daripada yang dijual di Eropa," ujar dia seperti dikutip dari Arabian Business, Kamis, 21 Mei 2015.
Para wisatawan yang masih datang ke Dubai telah mengetahui harga yang lebih murah di tempat lain. Dan untuk menarik para wisatawan kembali ke toko-toko di Dubai, sesuatu harus berubah.
Para wisatawan yang biasanya datang ke Dubai dengan alasan untuk berbelanja sekarang lebih pintar. Munculnya informasi secara online, membuat skenario yang sangat sulit bagi segmen ritel mewah di Negara Teluk tersebut.
" Konsumen dapat memeriksa apa item yang dijual punya perbedaan harga yang mencolok. Jika mereka melihat ada perbedaan besar, mereka lebih memilih membelinya di Inggris. Dan saya pikir itulah yang sekarang terjadi," kata Ganwani.
" Banyak orang yang memutuskan tidak akan datang ke Dubai untuk berbelanja dan itu bukan hanya wisatawan Rusia. Mereka juga dari India, Tiongkok, Pakistan."
Tahun depan akan terlihat penurunan lebih lanjut dalam penjualan untuk ritel, Ganwani mengatakan, dengan barang mewah akan mengalami perlambatan lebih dalam. (Ism)
Advertisement

Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya

Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?


Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan