Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Indeks acuan saham syariah kembali ke jalur hijau merespon sentimen positif kenaikan outlook surat utang Indonesia dari S&P.
Namun laju indeks bergerak fluktuatif seiring masih adanya tekanan jual.
Pada prapembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 22 Mei 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik 0,059 poin (0,03%) ke level 169,931.
Penguatan ini didorong naiknya harga saham dari 21 emiten syariah. Sebaliknya, 7 emiten masih bergerak melemah.
Transaksi jual beli saham syariah pagi ini dimulai dengan melibatkan 53,52 juta saham bernilai Rp 15,99 miliar
Di sesi pembukaan, ISSI kembali menguat namun masih lemah sebesar 0,011 (0,01%) ke level 169,883.
Aksi rebound juga ditunjukan jajaran saham-saham bluechips syariah. Di buka menguat 0,344 poin (0,05%), indeks Jakarta Islamic Index (JII) mengawali sesi prapembukaan dari level 712,626.
Penguatan sedikit tertekan ketika JII cuma naik 0,029 poin (0%) ke level 712,311 di sesi pembukaan.
Sementara itu, sentimen dari masuknya dana asing ke lantai bursa memantapkan posisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di level 5.300.
Dibuka menguat 6,757 poin (0,13%) di sesi pre-opening, IHSG mantap di level 5.319,965. Pembukaan positif ini dipicu naiknya harga saham dari 29 emiten sementara 8 saham lainnya melemah.
IHSG kembali menanjak 5,158 poin (0,10%) ke level 5318,366 di sesi pembukaan. Sayang, laju positif ini juga berlangsung sesaat. Hingga 20 menit waktu perdagangan, IHSG masih bergerak fluktuatif dan beberapa kali masuk zona merah.
Lantai bursa sudah diguyur dana nasabah hingga Rp 477 miliar dengan 4,19 miliar saham berpindahtangan. Asing yang sempat mencetak nett buy di sesi prapembukaan, kini justru mencetak nett sell Rp 30,66 miliar.
Dari pasar keuangan, penguatan rupiah juga hanya berlangsung sesaat. Pagi ini rupiah dibuka melemah dan kini bertahan di level 13.141 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya