Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Bank Syariah.
Dream – Ramadan dan Lebaran telah usai. Momen yang diharapkan bisa mendongkrak pertumbuhan bank syariah ternyata tak sesuai harapakan. Setidaknya dalam hal pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) dan pembiayaan bank syariah.
Ketua Departemen Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ahmad Soekro, mengatakan bahwa pertumbuhan DPK perbankan syariah pada Juni 2017, tidak jauh berbeda dengan pertumbuhan DPK bulan sebelumnya.
Pertumbuhan DPK perbankan syariah pada Mei 2017 tercatat tumbuh 18 persen secara year on year (yoy). Sumber DPK tersebut berasal dari produk tabungan dan deposito masyarakat.
“ (Pertumbuhan DPK) pada Juni, stagnan, masih 18 persen karena Puasa dan Lebaran,” kata Soekro di Jakarta.
Meski masih stagnan, Soekro mengatakan, masyarakat Indonesia semakin memahami produk bank syariah. Pertumbuhan DPK juga didorong oleh perbankan yang telah memanfaatkan teknologi untuk mempermudah pembayaran.
“ (Salah satunya) bank syariah diikutsertakan dalam zakat inklusif lewat laku pandai. Itu salah satu upaya untuk mendorong peran bank syariah. Untuk masyarakat, (pemanfaatan teknologi) mempermudah transaksi,” kata Soekro.
Selain itu, kata dia, pembiayaan bank syariah juga diprediksi stagnan pada Juni 2017. Pembiayaan ini mengikuti kondisi DPK perbankan syariah.
“ Pada Mei 2017, pembiayaan tumbuh 14 persen yoy. (Kalau Juni ini), bisa (tumbuh) lebih ke stagnan 14-15 persen,” kata Soekro.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya