Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo Kala Menjamu Makan Siang Ketum PBNU (Setkab)
Dream - Ikan merupakan bahan pangan kaya gizi dan mudah didapat. Sayangnya, konsumsi ikan belum menjadi kebutuhan di masyarakat.
Untuk meningkatkan minat masyarakat mengonsumsi ikan, Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Kesehatan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pariwisat, dan Kantor Staf Presiden bersama Femina Group dan laman Primarasa.co.id menggelar Lomba Masak Ikan Nusantara.
" Pemenang lomba masak akan mendapatkan kesempatan workshop dan memasak untuk Presiden Joko Widodo para rangkaian Perayaan 17 Agustus 2017 di Istana Negara," ujar Kepala Staf Presiden Teten Masduki, dikutip dari setkab.co.id, Selasa, 4 Juli 2017.
Syaratnya, calon peserta mendaftarkan resep dan foto hasil masakan ikannya. Resep dan foto tersebut akan diseleksi oleh dewan juri. Tim juri juga menggelar roadshow ke sejumlah daerah seperti Biak, Papua, Batam, dan Gorontalo.
" Keluarga besar perikanan Indonesia menyambut langkah luar biasa menggelar festival dan lomba masak ikan Road to Istana. Ini upaya konkret mendorong masyarakat agar lebih mencintai ikan lokal," kata Sekretaris Jenderal KKP, Rifky Effendi Hardjanto.
Sementara itu, Kementerian Pariwisata memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Lomba Masak Ikan Nusantara. Lomba ini merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan promosi wisata di Indonesia.
" Kami terus mempromosikan ikan Indonesia, terutama lewat pendekatan wisata kuliner,” kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya